Defisit Perdagangan Jadi Tantangan Ekonomi Era Jokowi II

Neraca Perdagangan Indonesia (2015-Sep 2019)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), 15 Okt 2019

Disalin..

Penulis: Viva Budy Kusnandar

Editor: Aria W. Yudhistira

21/10/2019, 11.34 WIB

Salah satu tantangan yang dihadapi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin adalah mendorong kinerja ekspor. Sejak 2018, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit. Bahkan pada 2018 tercatat menjadi defisit terdalam sepanjang sejarah.

Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$ 8,7 miliar atau setara Rp 121,7 triliun dengan kurs rupiah Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat pada 2018 . Defisit tersebut akibat nilai ekspor barang Indonesia pada tahun tersebut hanya US$ 180,01 miliar sementara impor mencapai US$ 188,7 miliar.

(Baca Databoks: Impor Migas Tetap Tinggi, Neraca Perdagangan September 2019 Kembali Defisit)

Defisit neraca perdagangan nasional bahkan berlanjut sampai tahun ini. Neraca perdagangan kembali defisit US$ 1,95 miliar atau sekitar Rp 27,23 triliun pada periode Januari-September 2019, meskipun nilainya turun hampir separuh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 3,82 miliar. Kondisi ini menjadi tantangan di kepemimpinan Jokowi dalam 5 tahun kedua.

(Baca Databoks: Defisit Neraca Perdagangan Indonesia 2018 Terburuk Dalam Sejarah)

data terkait