Aset Perusahaan Induk BCA Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Kinerja Keuangan PT Dwimuria Investama Andalan (Jun 2019 dan Des 2018)

Sumber : Bank BCA, 25 Juli 2019

Disalin..

Penulis: Viva Budy Kusnandar

Editor: Hari Widowati

20/9/2019, 16.00 WIB

PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) merupakan perusahaan induk dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Konglomerat Grup Djarum, yakni Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono menguasai 54,94% saham BBCA melalui DIA. BCA adalah bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia Rp 737,13 triliun per 19 September 2019.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke publik, total aset DIA per Juni 2019 tumbuh 9,12% menjadi Rp 1.006 triliun dibanding posisi Juni 2018. Ekuitasnya naik 40% menjadi Rp 295,34 triliun dibandingkan Juni 2018. Laba perusahaan pada semester I tahun ini juga meningkat 23,33% (yoy) menjadi Rp 7,89 triliun.

Sebelumnya, Bambang Hartono dan Budi Hartono menguasai 47,15% Bank BCA melalui perusahaan cangkang dengan nama Farindo Investments Ltd yang tercatat di Mauritius. Dengan adanya program tax amnesty (amnesti pajak) yang dilakukan pemerintah, pada November 2016 kepemilikan saham tersebut dialihkan ke DIA yang berdomisili di Kudus, Jawa Tengah dengan nilai transaksi Rp 177 triliun.

(Baca Databoks: Pemilik Bank BCA, Hartono Bersaudara Orang Terkaya di Indonesia)

data terkait