PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan kinerja positif pada tahun 2025. Emiten berkode BBCA ini meraih pendapatan bunga bersih Rp85,75 triliun, meningkat 3,9% dibanding 2024 (year-on-year/yoy).
Sejalan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik BCA pada 2025 meningkat 4,9% (yoy) menjadi Rp57,54 triliun.
(Baca: 10 Emiten Sektor Keuangan dengan Aset Terbesar di BEI Kuartal III 2025)
"Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong dalam siaran pers, Rabu (28/1/2026).
Kredit usaha yang disalurkan BCA tahun lalu tumbuh 9,9% (yoy) hingga mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025.
Nilai penyaluran pembiayaan konsumen sebesar Rp224,1 triliun, didukung kredit pemilikan rumah (KPR) Rp142,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) Rp56,6 triliun.
Kemudian pinjaman konsumen lain yang mayoritas berupa kartu kredit tumbuh 9,8% (yoy) menjadi Rp25,2 triliun.
BCA menyatakan kualitas kreditnya terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8% pada 2025, dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 5,3%.
Rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 1,7%, dengan pencadangan NPL serta LAR masing-masing sebesar 183,8% dan 71,6%.
Sampai akhir 2025, BBCA memiliki aset senilai Rp1.586 triliun, tumbuh 9,5% dibanding akhir 2024 yang asetnya Rp1.449 triliun.
(Baca: Aset dan Laba BCA Tumbuh Pesat Sedekade Terakhir)