Menurut laporan keuangan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), pendapatan bersih perusahaan selama 2025 sebesar Rp2,50 triliun, tumbuh 11,32% (year-on-year/yoy).
Pendapatan emiten properti ini mayoritas berasal dari sektor penjualan tanah dan bangunan yang mencapai Rp2,42 triliun, naik 7,98% (yoy).
Kemudian pendapatan sewa sebesar Rp35,47 miliar atau melesat 3.419% (yoy) dari 2024 yang sebesar Rp1 miliar.
Lalu pendapatan kategori lainnya, terutama denda keterlambatan pembayaran angsuran dan ganti nama kepemilikan properti, sebesar Rp47,59 miliar atau terbang 670% (yoy).
Sejalan dengan pendapatan bersih, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh positif hingga 47,53% (yoy) menjadi Rp1,36 triliun.
Sementara, per 31 Desember 2025, jumlah aset CBDK sebesar Rp22,58 triliun, bertambah 11,38% (yoy).
Jumlah tersebut terdiri dari liabilitas yang anjlok 11,33% (yoy) menjadi Rp10,59 triliun dan ekuitas sebesar Rp11,98 triliun atau meroket 43,97% (yoy).
CBDK menjelaskan, peningkatan ekuitas lebih dari 20% karena pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,3 triliun dan penambahan saldo laba yang belum dicadangkan Rp1,3 triliun.
(Baca: Laba PANI Milik Aguan Meroket 83,89% pada 2025)