Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Lampung Selatan periode semester tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 12,05 persen, turun 0,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 127.740 jiwa, berkurang sebanyak 4.640 jiwa dengan pertumbuhan minus 3,51 persen.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatat nilai tertinggi sebesar 28,49 persen pada tahun 2004. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Sepanjang rekam data, pertumbuhan angka kemiskinan turun terbesar sebesar 9,72 persen pada tahun 2010, sedangkan pertumbuhan naik terbesar sebesar 5,94 persen pada tahun 2006.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Buton Selatan 2016-2025)
Posisi rank persentase kemiskinan Kabupaten Lampung Selatan secara nasional saat ini berada di urutan 146 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Selama 21 tahun data, posisi rank wilayah ini pernah berada di urutan 80 nasional pada tahun 2004, hingga sempat terendah di urutan 164 nasional pada tahun 2023.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini berada di angka 12,47 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 13,15 persen. Hal menunjukkan penurunan yang konsisten terjadi sepanjang 5 tahun terakhir, tanpa adanya kenaikan angka kemiskinan lebih dari 1 persen dalam satu periode.
Kabupaten Lampung Barat
Berada di peringkat 225 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 9,93 persen dan turun sedikit 7,02 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 31.230 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 590,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 33,74 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lampung Timur
Peringkat 144 nasional, hanya satu tingkat di atas Lampung Selatan, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 12,15 persen dengan penurunan 7,88 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 132.170 jiwa, menjadi jumlah terbanyak diantara kelompok kabupaten perbandingan ini. Garis kemiskinan tercatat 522,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 52,32 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Deiyai | 2010 - 2025)
Kabupaten Lampung Utara
Posisi 77 nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 15,78 persen dan mengalami penurunan 6,74 persen pada tahun terakhir. Terdapat 98.990 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 573,04 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan masyarakat per kapita mencapai 51,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pesawaran
Berada di urutan 176 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,93 persen dengan penurunan sebesar 7,84 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 51.090 jiwa. Garis kemiskinan mencapai 551,47 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 46,31 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tanggamus
Peringkat 213 nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 10,10 persen dengan penurunan sedikit 1,75 persen pada periode terakhir. Terdapat 63.560 jiwa penduduk masuk kategori miskin. Garis kemiskinan tercatat 521,48 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 33,52 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pesisir Barat
Posisi 145 nasional, tepat satu tingkat di atas Lampung Selatan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 12,13 persen dengan penurunan 4,03 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.510 jiwa. Garis kemiskinan mencapai 596,94 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 38,20 juta rupiah per tahun.