Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Deiyai, Papua Tengah tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 37,29 persen, turun 1,72 poin persen dari tahun sebelumnya dengan penurunan sebesar 4,41 persen. Jumlah penduduk miskin turun sebesar 1010 jiwa menjadi 29.840 jiwa pada tahun berjalan.
(Baca: Youtuber Indonesia dengan Pertumbuhan Subscriber Tertinggi | 09 May 2026)
Selama periode 2010 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi sebesar 49,58 persen pada tahun 2010. Nilai terendah selama 15 tahun periode tercatat pada tahun 2025 ini. Sebelumnya, pada tahun 2024 sempat terjadi sedikit kenaikan sebesar 0,91 persen sebelum kembali turun di tahun 2025.
Dari catatan historis, selama 10 tahun berturut-turut dari 2010 sampai 2019 Kabupaten Deiyai selalu berada di peringkat 1 nasional dengan persentase kemiskinan tertinggi seluruh Indonesia. Mulai tahun 2020 posisi bergeser ke peringkat 2, dan pada tahun 2025 kini menempati peringkat 3 nasional.
Berikut perbandingan kondisi dengan kabupaten tetangga di Provinsi Papua Tengah yang memiliki tingkat kemiskinan berdekatan:
Kabupaten Intan Jaya
Wilayah ini menempati peringkat 2 nasional untuk persentase penduduk miskin dengan nilai 39,21 persen, mengalami penurunan sebesar 5,34 persen dibanding tahun sebelumnya. Tercatat 21.370 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan berada di angka 980,00 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 10,64 juta rupiah per tahun, menempati peringkat 509 dari seluruh kabupaten di Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangli | 2004 - 2025)
Kabupaten Paniai
Dengan persentase kemiskinan 36,31 persen, wilayah ini menempati peringkat 5 nasional. Penurunan persentase kemiskinan tercatat sebesar 2,05 persen pada tahun terakhir, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 63.260 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 754,36 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 23,44 juta rupiah per tahun, berada di peringkat 480 secara nasional.
Kabupaten Puncak
Peringkat 4 nasional untuk tingkat persentase kemiskinan dipegang wilayah ini dengan nilai 36,94 persen. Terjadi penurunan sebesar 1,47 persen pada angka kemiskinan tahun terakhir, dengan 43.550 jiwa penduduk tercatat miskin. Garis kemiskinan berada pada 943,35 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 15,01 juta rupiah per tahun, berada di peringkat 506 seluruh Indonesia.
Kabupaten Puncak Jaya
Wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 35,46 persen dan menempati peringkat 6 nasional. Penurunan angka kemiskinan tercatat sedikit sebesar 1,34 persen pada tahun terakhir, dengan 48.850 jiwa penduduk masuk kategori miskin. Garis kemiskinan tercatat 933,55 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat hanya 7,52 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah secara nasional di peringkat 514.