Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester tahun 2025 untuk Kabupaten Bangli, Bali. Persentase penduduk miskin saat ini berada di angka 4,83 persen, turun sedikit 0,23 persen dibanding tahun 2024. Angka ini menurun sebesar 4,55 persen secara tahunan, dengan total penduduk miskin berjumlah 11.280 jiwa. Total penduduk kabupaten ini tercatat 233.729 jiwa pada periode yang sama.
(Baca: Provinsi dengan Jumlah Angkatan Kerja Tertinggi di Indonesia (2026))
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 7,87 persen, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2020 sebesar 4,19 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 17,64 persen, dan penurunan terbesar terjadi tahun 2011 sebesar 19,5 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 5,06 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 4,97 persen.
Selama 21 tahun pencatatan, posisi rank persentase kemiskinan Kabupaten Bangli di tingkat nasional bergeser dari urutan 381 pada tahun 2004 menjadi urutan 434 pada tahun 2025. Perubahan posisi ini menunjukkan persentase kemiskinan di wilayah ini relatif lebih rendah dibandingkan semakin banyak kabupaten lain di seluruh Indonesia. Pada tahun 2011 pernah tercatat posisi terbaik di urutan 472 nasional.
Kabupaten Buleleng
Berada di urutan 416 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 5,20 persen dengan penurunan tahunan sebesar 3,53 persen. Total penduduk miskin mencapai 35.390 jiwa dari total 680.900 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 592,71 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 54,99 juta rupiah per tahun yang tumbuh 8,26 persen secara tahunan.
Kabupaten Gianyar
Menempati urutan 485 nasional, angka persentase kemiskinan tercatat 3,71 persen dengan penurunan tahunan 7,25 persen. Dari total 539.694 jiwa penduduk, sebanyak 20.000 jiwa tergolong penduduk miskin. Garis kemiskinan berada di angka 522,50 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 68,13 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 8,67 persen.
(Baca: PDRB Kabupaten Morowali 2025: Rp188,86 Triliun, Tumbuh 10,81 Persen)
Kabupaten Jembrana
Posisi 462 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai tercatat 4,33 persen dan penurunan tahunan 3,99 persen. Terdapat 12.450 jiwa penduduk miskin dari total 287.532 jiwa penduduk keseluruhan. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 554,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 55,65 juta rupiah per tahun tumbuh 7,57 persen tahunan.
Kabupaten Karang Asem
Berada di urutan 356 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,40 persen dengan penurunan tahunan sebesar 1,84 persen. Total penduduk miskin mencapai 27.320 jiwa dari 426.877 jiwa seluruh penduduk wilayah. Garis kemiskinan ditetapkan 453,69 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 43,21 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,40 persen tahunan.
Kabupaten Klungkung
Menempati urutan 418 nasional, angka persentase kemiskinan tercatat 5,18 persen dengan penurunan tahunan 2,26 persen. Dari total 183.208 jiwa penduduk, sebanyak 9.480 jiwa tergolong penduduk miskin. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 427,84 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 57,20 juta rupiah per tahun tumbuh 8,68 persen tahunan.
Kabupaten Tabanan
Posisi 467 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai tercatat 4,23 persen dan penurunan tahunan 3,86 persen. Terdapat 19.450 jiwa penduduk miskin dari total 459.700 jiwa penduduk keseluruhan. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 628,22 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 63,91 juta rupiah per tahun tumbuh 8,10 persen tahunan.