Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Bangli tahun 2025 sebesar 4,83 persen. Angka ini turun sedikit 0,23 persen dibanding tahun 2024, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 510 jiwa dari total 11.790 jiwa menjadi 11.280 jiwa. Pertumbuhan angka kemiskinan wilayah ini tercatat minus 4,55 persen pada periode terakhir.
Data historis 2004 sampai 2025 menunjukkan persentase kemiskinan Kabupaten Bangli pernah mencapai titik tertinggi 7,87 persen pada tahun 2006. Angka terendah tercatat pada tahun 2020 sebesar 4,19 persen, sebelum kemudian kembali naik selama 3 tahun berturut-turut hingga akhirnya turun kembali mulai tahun 2024. Secara ranking nasional, wilayah ini saat ini berada di urutan 434 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: 6,3% Penduduk di Kabupaten Semarang Masuk Kategori Miskin)
Selama 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan Kabupaten Bangli berada di angka 5,06 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 4,91 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi pernah terjadi pada tahun 2006 sebesar 17,64 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2011 sebesar minus 19,5 persen. Posisi ranking nasional wilayah ini pernah mencapai terbaik di urutan 484 pada tahun 2020.
Kabupaten Buleleng
Berada di ranking 416 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 5,20 persen dengan penurunan sedikit 3,53 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 35.390 jiwa, garis kemiskinan berada di 592,71 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 54,99 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,26 persen.
Kabupaten Gianyar
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 485, dengan angka tercatat 3,71 persen dan penurunan 7,25 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.000 jiwa, garis kemiskinan sebesar 522,50 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 68,13 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi diantara seluruh kabupaten pembanding di Bali.
Kabupaten Jembrana
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kubu Raya | 2008 - 2025)
Posisi ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 462, dengan angka tercatat 4,33 persen dan penurunan 3,99 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.450 jiwa, hanya sedikit lebih besar dibandingkan Kabupaten Bangli. Garis kemiskinan wilayah ini berada di 554,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 55,65 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Karang Asem
Menempati ranking 356 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 6,40 persen dan penurunan 1,84 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.320 jiwa, garis kemiskinan tercatat 453,69 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat hanya mencapai 43,21 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah di daftar pembanding.
Kabupaten Klungkung
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 418, dengan angka tercatat 5,18 persen dan penurunan 2,26 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.480 jiwa, angka ini menjadi yang terendah diantara seluruh kabupaten yang dibandingkan. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 427,84 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 57,20 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tabanan
Berada di ranking 467 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,23 persen dengan penurunan 3,86 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.450 jiwa, garis kemiskinan mencapai 628,22 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 63,91 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,10 persen tahunan.