Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Bangli tahun 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 4,83 persen, turun sedikit 0,23 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 11.280 jiwa, mengalami penurunan sebesar 510 jiwa dari periode 2024.
(Baca: 14,53% Penduduk di Kabupaten Kulonprogo Masuk Kategori Miskin)
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 7,87 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada 2020 sebesar 4,19 persen. Selama 21 tahun pencatatan, pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi +23,75 persen pada 2010, sedangkan pertumbuhan terendah -19,5 persen terjadi pada tahun 2011. Ranking nasional Kabupaten Bangli saat ini berada di urutan 434 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Dibandingkan 6 kabupaten lain di Bali dengan angka kemiskinan berdekatan, Kabupaten Bangli menempati urutan tengah capaian penurunan angka kemiskinan. Penurunan persentase kemiskinan Kabupaten Bangli sebesar 4,55 persen, hanya kalah dibandingkan Kabupaten Gianyar yang mencatatkan penurunan 7,25 persen pada periode yang sama.
Kabupaten Buleleng
Berada di ranking 416 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 5,20 persen dengan penurunan sebesar 3,53 persen tahun ini. Terdapat 35.390 jiwa penduduk miskin dari total 680.900 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 592,71 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 54,99 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk wilayah ini mengalami penurunan 17,78 persen, menjadi penurunan terbesar kedua setelah Kabupaten Karang Asem.
Kabupaten Gianyar
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 485, menjadikan wilayah ini salah satu dengan angka kemiskinan terendah di Bali. Angka kemiskinan tercatat 3,71 persen, turun 7,25 persen menjadi penurunan terbesar antar seluruh kabupaten pembanding. Terdapat 20.000 jiwa penduduk miskin dari total 539.694 jiwa penduduk. Garis kemiskinan berada di angka 522,50 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 68,13 juta rupiah per tahun menjadi tertinggi dari seluruh kelompok kabupaten ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Karimun | 2004 - 2025)
Kabupaten Jembrana
Urutan ranking persentase kemiskinan nasional berada di angka 462, dengan angka kemiskinan resmi 4,33 persen. Angka ini turun 3,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Terdapat 12.450 jiwa penduduk miskin dari total 287.532 jiwa penduduk tercatat. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 554,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 55,65 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk wilayah ini mengalami penurunan sebesar 12,93 persen pada periode pencatatan terakhir.
Kabupaten Karang Asem
Menjadi kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi dalam kelompok ini, yaitu sebesar 6,40 persen dengan ranking nasional 356. Angka kemiskinan hanya turun 1,84 persen, menjadi penurunan terkecil dari seluruh kabupaten pembanding. Terdapat 27.320 jiwa penduduk miskin dari total 426.877 jiwa penduduk. Garis kemiskinan terendah yaitu 453,69 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita terendah 43,21 juta rupiah per tahun. Penduduk wilayah ini mengalami penurunan terbesar yaitu 20,71 persen.
Kabupaten Klungkung
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 418, dengan angka resmi 5,18 persen yang turun 2,26 persen tahun ini. Terdapat 9.480 jiwa penduduk miskin, menjadi jumlah penduduk miskin terkecil dari seluruh kabupaten dalam kelompok pembanding. Garis kemiskinan tercatat 427,84 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 57,20 juta rupiah per tahun. Penduduk wilayah ini mengalami penurunan sebesar 18,11 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Tabanan
Berada di ranking 467 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,23 persen yang turun 3,86 persen dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 19.450 jiwa penduduk miskin dari total 459.700 jiwa penduduk tercatat. Garis kemiskinan tertinggi dalam kelompok ini yaitu 628,22 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai 63,91 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk hanya turun 3,91 persen, menjadi penurunan terkecil dari seluruh kabupaten pembanding.