Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Blitar semester tahun 2025 sebesar 6,60 persen. Angka ini turun sedikit dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 6,75 persen, dengan pertumbuhan minus 2,22 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 9.690 jiwa, berkurang 170 jiwa dari catatan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tambrauw | 2010 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kota Blitar pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2007 sebesar 12,02 persen, dan titik terendah pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan turun terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar minus 22,30 persen, sementara pertumbuhan naik tertinggi terjadi pada tahun 2012 sebesar 9,93 persen. Saat ini wilayah ini berada di peringkat 347 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kota Blitar adalah 6,88 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 7,18 persen. Hal menunjukkan angka kemiskinan saat ini berada lebih rendah dibanding rata-rata kedua periode tersebut. Peringkat nasional wilayah ini sempat berada di posisi 402 pada tahun 2010, dan secara bertahap bergeser memperbaiki posisi sampai tahun 2025.
Kabupaten Banyuwangi
Berada di peringkat 374 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 6,13 persen dengan penurunan sebesar 6,27 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 100.130 jiwa, garis kemiskinan mencapai 485,01 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 67,08 juta rupiah per tahun yang tumbuh 8,05 persen.
Kabupaten Blitar
Peringkat 303 nasional untuk persentase kemiskinan tercatat 7,57 persen dengan penurunan sebesar 7,23 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 89.040 jiwa, garis kemiskinan tercatat 417,16 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 40,20 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,32 persen.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Periode 2013-2025)
Kabupaten Jombang
Menempati peringkat 275 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 8,36 persen dengan penurunan sebesar 2,79 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 107.820 jiwa, garis kemiskinan sebesar 532,05 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 42,36 juta rupiah per tahun tumbuh 7,09 persen.
Kota Kediri
Berada di peringkat 380 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, angka di wilayah ini tercatat 6,04 persen dengan penurunan sebesar 7,22 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 17.930 jiwa, garis kemiskinan mencapai 648,51 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 581,56 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pasuruan
Peringkat 281 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 8,21 persen dengan penurunan sebesar 4,87 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 138.430 jiwa, garis kemiskinan tercatat 464,86 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat sebesar 131,06 juta rupiah per tahun tumbuh 7,70 persen.
Kota Pasuruan
Menempati peringkat 368 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 6,18 persen dengan penurunan sebesar 2,22 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.830 jiwa, garis kemiskinan sebesar 588,31 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 54,01 juta rupiah per tahun tumbuh 5,71 persen.