Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Bangka Selatan tahun 2024 mencapai 39739 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 6,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 42700 rupiah. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran tertinggi untuk kategori ini terjadi pada tahun 2023, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2021.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan di Kab. Halmahera Tengah 2018 - 2024)
Berdasarkan komposisi pengeluaran masyarakat, nilai pengeluaran perawatan kulit tersebut setara dengan 17,4 persen dari rata-rata pengeluaran kecantikan per kapita, 5,9 persen dari pengeluaran sabun mandi, serta hanya 2,7 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa bulanan warga. Nilai ini juga jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran bulanan untuk makanan jadi yang mencapai 217072 rupiah per orang.
Sepanjang tujuh tahun pengamatan, terjadi pergerakan naik turun nilai pengeluaran. Setelah mengalami kenaikan berturut-turut dari tahun 2018 hingga tahun 2020, terjadi penurunan cukup dalam sebesar 22,8 persen pada tahun 2021. Setelah tahun tersebut nilai kembali naik hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2023, sebelum kembali turun pada tahun 2024. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir tercatat hanya sebesar 0,5 persen.
Untuk skala provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Selatan menempati urutan ke 7 dari seluruh 7 kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini. Urutan tertinggi diduduki oleh Kota Pangkal Pinang dengan pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebesar 90199 rupiah, disusul Kabupaten Belitung sebesar 75155 rupiah, Kabupaten Bangka sebesar 62758 rupiah, Kabupaten Belitung Timur sebesar 55612 rupiah dan Kabupaten Bangka Barat sebesar 50000 rupiah. Posisi ranking Kabupaten Bangka Selatan ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Pangkal Pinang
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Pangkal Pinang secara konsisten menempati urutan pertama seluruh indikator pengeluaran di provinsi ini. Untuk tahun 2024, total pengeluaran per kapita bulanan makanan dan bukan makanan mencapai 2334046 rupiah, dengan pengeluaran bukan makanan mencapai 1294666 rupiah yang tumbuh 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini juga tumbuh 10,7 persen, menjadikannya satu-satunya wilayah yang mengalami pertumbuhan di atas 10 persen untuk kategori pengeluaran makanan.
(Baca: Pengeluaran Rekreasi, Olahraga dan Budaya di Indonesia Bulan April Naik 0,13%)
Kabupaten Belitung
Kabupaten Belitung menempati urutan kedua untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2024 dengan nilai 1985933 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini tumbuh 16,8 persen menjadi 1016976 rupiah, sementara pengeluaran makanan tumbuh 7,1 persen. Untuk kategori perawatan kulit, wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 17,9 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan seluruh wilayah lain di provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kabupaten Bangka Selatan
Selain menempati urutan terakhir untuk pengeluaran perawatan kulit, Kabupaten Bangka Selatan juga menempati urutan terakhir untuk seluruh indikator pengeluaran utama. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024 tercatat 1467022 rupiah, mengalami penurunan sebesar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan juga turun sebesar 7,7 persen, sementara hanya pengeluaran makanan yang mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,8 persen sepanjang satu tahun terakhir.
Pol Pengeluaran Masyarakat Provinsi
Secara umum terlihat seluruh wilayah dengan tingkat urbanisasi lebih tinggi memiliki nilai pengeluaran perawatan kulit yang jauh lebih besar. Wilayah perkotaan seperti Kota Pangkal Pinang mencatat nilai lebih dari dua kali lipat dibandingkan Kabupaten Bangka Selatan. Sementara itu wilayah pedesaan cenderung mengalokasikan sebagian besar pengeluaran untuk kebutuhan pokok, dengan alokasi untuk perawatan kulit menjadi salah satu kategori pengeluaran yang pertama kali dikurangi ketika terjadi penyesuaian anggaran rumah tangga.