- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Peru periode 2015-2024 yang menunjukkan nilai tahun 2024 tercatat di angka 1,78 unit. Nilai ini merupakan titik tertinggi sepanjang 10 tahun periode pengamatan, naik 2,29% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 1,74 unit.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Utara 2025)
Tiga tahun terakhir periode 2022-2024 menunjukkan pola pertumbuhan berkelanjutan setelah kontraksi pada 2022. Kontraksi yang dimaksud adalah penurunan nilai PDB PPP sebesar 3,11% pada tahun 2022, yang kemudian diikuti kenaikan berturut-turut 3,57% pada 2023 dan 2,41% pada 2024. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir mencapai 0,95% per tahun.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Peru terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir 2020-2024, pertumbuhan tiga tahun terakhir menunjukkan performa jauh lebih baik. Rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir hanya tercatat 0,61% per tahun, terdampak penurunan ekonomi pada masa pandemi tahun 2020 dan 2022. Sepanjang 10 tahun pengamatan, penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan kontraksi 3,11%.
Fluktuasi nilai PDB PPP Peru sepanjang 10 tahun bergerak pada rentang 1,66 hingga 1,78 unit, artinya tidak terjadi lonjakan atau penurunan drastis lebih dari 4% setiap tahunnya kecuali pada tahun 2022. Anomali hanya terjadi tahun 2022, dimana penurunan nilai terjadi di tengah pemulihan pasca pandemi global yang seharusnya mendorong pertumbuhan ekonomi negara kawasan Amerika Selatan.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Klungkung 2025: Kenaikan Jadi Rp1,62 Juta per Bulan)
Peringkat PDB PPP Peru di kawasan Amerika Selatan tercatat tetap di posisi 10 pada tahun 2024, sama seperti posisi tahun 2022 dan 2023. Posisi ini berada di atas Bolivia dan Ekuador, namun masih tertinggal dari Brazil yang berada di peringkat 8, Chili peringkat 2 serta Kolombia yang menempati peringkat teratas kawasan.
Proyeksi IMF sampai tahun 2030 menunjukkan kondisi ekonomi Peru akan mengalami pelemahan setelah pencapaian tertinggi tahun 2024. Nilai PDB PPP diproyeksikan turun pada tahun 2025 sebesar 0,84% dan mengalami stagnasi tipis sampai akhir dekade, dengan rata-rata pertumbuhan proyeksi hanya 0,25% per tahun sampai 2030.
Berdasarkan data tersebut, pencapaian PDB PPP tertinggi Peru di tahun 2024 tidak akan diikuti dengan pertumbuhan berkelanjutan. Tidak ada perbaikan ekonomi signifikan yang diproyeksikan dalam lima tahun ke depan, dimana nilai PDB PPP bahkan akan tetap berada dibawah pencapaian tahun 2024 setidaknya sampai tahun 2030.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |