PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Peru 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 25/02/2026 09:39 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Peru 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa PDB Paritas Daya Beli (PPP) Peru pada tahun 2024 mencapai 1.78 unit, naik sebesar 2.41% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 1.74 unit. Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), data menunjukkan kondisi yang dimulai dengan kontraksi pada 2022 (PDB PPP turun 3.11% dari 1.73 unit di 2021 menjadi 1.68 unit), kemudian pemulihan signifikan pada 2023 (pertumbuhan 3.57%) dan lanjutan kenaikan pada 2024. Dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 1.728 unit, nilai PDB PPP 2024 berada di atas rata-rata tersebut, menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi dalam jangka menengah. Rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 1.733 unit juga lebih tinggi dari rata-rata lima tahun sebelumnya (2019-2023) sebesar 1.712 unit, menandakan pertumbuhan yang lebih baik dalam tiga tahun terakhir dibanding lima tahun sebelumnya.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Singapura 2015 - 2024)

Dalam skala regional Amerika Selatan, peringkat PDB PPP Peru pada tahun 2024 tetap di urutan ke-10, sama seperti tahun 2023 dan 2022. Sebelumnya, Peru berada di peringkat ke-8 pada periode 2015-2018, kemudian turun ke peringkat ke-9 pada 2019-2021, dan akhirnya menurun ke peringkat ke-10 pada 2022 yang bertahan hingga saat ini. Penurunan peringkat ini disebabkan oleh pertumbuhan PDB PPP yang lebih lambat dibandingkan beberapa negara tetangga seperti Kolombia dan Chili yang mengalami peningkatan nilai PDB PPP yang lebih signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Peru terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Dalam sepuluh tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Peru menunjukkan kenaikan secara keseluruhan dari 1.66 unit di 2015 ke 1.78 unit di 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 2.83%, sedangkan penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan kontraksi 3.11% (nilai turun dari 1.73 unit ke 1.68 unit). Anomali terbesar dalam sepuluh tahun ini adalah kontraksi pada 2022, yang lebih besar dibandingkan penurunan pada 2019 (-1.31%) dan 2020 (-1.44%), dan menjadi satu-satunya tahun dengan penurunan yang signifikan setelah periode pertumbuhan stabil 2015-2018.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Andorra 2015 - 2024)

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Peru akan mengalami fluktuasi kecil pada periode 2025-2030, di mana fluktuasi ini berarti nilai PDB PPP akan naik dan turun dengan persentase yang sangat kecil setiap tahun. Proyeksi tahun 2025 sebesar 1.767 unit, yang menunjukkan kontraksi sebesar 0.84% dibandingkan nilai 2024. Tahun 2026 akan mengalami penurunan lebih kecil sebesar 0.28% menjadi 1.762 unit, kemudian mulai naik sedikit pada 2027 sebesar 0.17% menjadi 1.765 unit, dan terus fluktuasi dengan pertumbuhan atau penurunan yang sangat kecil hingga 2030 (nilai proyeksi 1.773 unit). Secara keseluruhan, proyeksi ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Peru tidak akan kembali ke level PDB PPP 2024 dalam lima tahun ke depan, namun akan tetap stabil di sekitar 1.76-1.77 unit.

Dibandingkan negara lain di Amerika Selatan, Peru memiliki performa yang lebih baik dibandingkan Ekuador, yang merupakan negara dengan pertumbuhan PDB PPP terburuk dalam tiga tahun terakhir. Ekuador hanya mencatat pertumbuhan PDB PPP sebesar 0.236% pada tahun 2024, dan peringkatnya di regional berada di urutan ke-11 (terendah). Sementara itu, Peru berada di urutan ke-10 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Ekuador dalam tiga tahun terakhir. Dibandingkan dengan Guyana yang memiliki pertumbuhan PDB PPP tertinggi di regional (54.74% pada 2024), Peru masih jauh di belakang dalam hal pertumbuhan, namun tetap berada di posisi yang lebih baik dibandingkan negara-negara dengan pertumbuhan terburuk di wilayah tersebut.

Data Populer

Loading...