Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2024 mencapai 49422 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 9,3 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 45231 rupiah per kapita per bulan. Kenaikan ini terjadi setelah selama tiga tahun berturut-turut sebelumnya nilai pengeluaran sabun mandi di wilayah ini selalu mengalami penurunan.
(Baca: Jumlah Perceraian Sumatera Utara 299 Kasus Data per 2024)
Sepanjang periode data tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Bone Bolango pernah mencapai nilai pengeluaran tertinggi pada tahun 2020 dengan angka 55068 rupiah per kapita per bulan. Setelah tahun tersebut, terjadi penurunan berturut-turut pada tahun 2021 sebesar 3,7 persen, tahun 2022 sebesar 12,7 persen, dan tahun 2023 sebesar 2,3 persen. Nilai pengeluaran tahun 2024 masih berada di bawah angka pengeluaran pada tahun 2019.
Dari sisi pangsa pengeluaran, biaya untuk sabun mandi hanya menyumbang sekitar 2,56 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan seluruh barang dan jasa masyarakat Kabupaten Bone Bolango. Nilai ini juga lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk perawatan pribadi, kecantikan, makanan jadi, maupun rokok dan tembakau yang masing-masing mencapai angka di atas 37 ribu rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah se-Provinsi Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango menempati urutan ketiga untuk nilai pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Di atasnya berturut-turut terdapat Kota Gorontalo dengan nilai 76917 rupiah serta Kabupaten Boalemo yang mencatatkan 81660 rupiah. Sementara di bawahnya terdapat Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo.
Untuk pertumbuhan tahunan pengeluaran sabun mandi tahun 2024, Kabupaten Bone Bolango mencatat kenaikan 9,3 persen. Angka pertumbuhan ini berada di bawah Kabupaten Boalemo yang naik 81,4 persen dan Kabupaten Pohuwato yang naik 31,3 persen. Dua wilayah lain yaitu Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo justru mengalami penurunan nilai pengeluaran sabun mandi pada tahun yang sama.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kota Singkawang | 2024)
Kota Gorontalo
Kota Gorontalo secara konsisten menempati urutan pertama di Provinsi Gorontalo untuk total pengeluaran per kapita per bulan baik makanan maupun bukan makanan. Pada tahun 2024, total pengeluaran masyarakat kota ini mencapai 1761616 rupiah per kapita, dengan pengeluaran makanan mencapai 722838 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1038778 rupiah. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini hanya naik sedikit sebesar 0,7 persen, sementara total pengeluaran keseluruhan justru turun sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Boalemo
Kabupaten Boalemo mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan tertinggi se-Provinsi Gorontalo pada tahun 2024 dengan kenaikan sebesar 29,7 persen. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1209129 rupiah per bulan, dengan pengeluaran makanan mencapai 682709 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 526420 rupiah. Wilayah ini menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran keseluruhan, namun mencatatkan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 21,8 persen yang menjadi yang tertinggi di seluruh kabupaten kota di Provinsi Gorontalo.
Kabupaten Gorontalo Utara
Kabupaten Gorontalo Utara menempati urutan ketiga untuk pengeluaran bukan makanan dan urutan keempat untuk total pengeluaran keseluruhan pada tahun 2024. Masyarakat di wilayah ini mengeluarkan rata-rata 1200291 rupiah per kapita setiap bulan, dengan 640885 rupiah dialokasikan untuk kebutuhan makanan dan 559406 rupiah untuk kebutuhan bukan makanan. Pertumbuhan pengeluaran makanan di wilayah ini naik 19,4 persen, sementara total pengeluaran keseluruhan justru turun sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Bone Bolango
Kabupaten Bone Bolango menempati urutan kedua se-Provinsi Gorontalo untuk pengeluaran bukan makanan pada tahun 2024 dengan nilai mencapai 640636 rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini naik sebesar 21,3 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Sementara itu total pengeluaran keseluruhan masyarakat wilayah ini tercatat 1248890 rupiah per kapita, dengan pengeluaran makanan mencapai 608254 rupiah yang mengalami kenaikan 17,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.