Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Singkawang untuk sabun mandi pada tahun 2024 mencapai 65572 rupiah per orang setiap bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih sebesar 313 rupiah per kapita per bulan. Pada tahun 2022, pengeluaran untuk kebutuhan ini pernah mencapai angka tertinggi sepanjang periode data yaitu 75771 rupiah, sebelum turun sebesar 13,9 persen pada tahun 2023.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Toba Samosir | 2024)
Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran sabun mandi masyarakat Kota Singkawang menunjukkan pergerakan naik turun yang jelas. Dimulai pada angka 53001 rupiah di tahun 2018, nilai ini terus naik sampai tahun 2022 sebelum mengalami penurunan pada tahun 2023 dan kembali naik sedikit pada tahun terakhir. Rata-rata pengeluaran selama tujuh tahun terakhir berada pada angka 63267 rupiah per kapita per bulan.
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang 2,7 persen dari total rata-rata pengeluaran barang dan jasa masyarakat Kota Singkawang yang mencapai 266006 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini juga lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk perawatan diri sebesar 54081 rupiah, pengeluaran kecantikan sebesar 44175 rupiah, serta masih jauh di bawah pengeluaran rokok dan tembakau yang mencapai 119436 rupiah per kapita setiap bulan.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Kalimantan Barat, Kota Singkawang menempati urutan ke 8 dari 14 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan ini berada di bawah Kabupaten Sekadau dan di atas Kabupaten Melawi. Secara nasional, kota ini menempati peringkat 218 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan peringkat lingkup pulau Kalimantan berada pada urutan 40.
Lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di Kalimantan Barat tahun 2024 secara berturut-turut adalah Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak, Kabupaten Sintang dan Kota Pontianak. Kabupaten Kapuas Hulu mencatat pengeluaran tertinggi mencapai 119964 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 41,5 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh wilayah provinsi ini. Seluruh wilayah teratas tersebut mencatat nilai pengeluaran di atas 78000 rupiah, atau lebih dari 19 persen lebih tinggi dibandingkan nilai Kota Singkawang.
Kota Pontianak
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Bangka Belitung 2024)
Kota Pontianak secara konsisten menempati peringkat pertama se-Kalimantan Barat untuk total pengeluaran per kapita bukan makanan, dengan nilai mencapai 1192431 rupiah per bulan pada tahun 2024. Nilai ini naik sebesar 23,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu pertumbuhan tertinggi untuk kategori ini. Untuk total pengeluaran keseluruhan, kota ini juga masih memimpin dengan nilai 2086950 rupiah per kapita per bulan, meskipun hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Kapuas Hulu
Kabupaten Kapuas Hulu mencatatkan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 36,7 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Nilai pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mencapai 650429 rupiah per kapita per bulan, dan menempati peringkat keempat seprovinsi. Untuk pengeluaran makanan, wilayah ini berada di peringkat kelima dengan nilai 751981 rupiah per bulan, tumbuh sebesar 11,1 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang menempati peringkat kedua se-Kalimantan Barat untuk kategori pengeluaran bukan makanan dengan nilai 685825 rupiah per kapita per bulan, setelah mengalami kenaikan sebesar 16,1 persen pada tahun 2024. Sementara untuk total pengeluaran keseluruhan wilayah ini juga berada di peringkat kedua, meskipun mencatat penurunan sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini tumbuh 13,4 persen dan menempati peringkat ketiga seprovinsi.
Kabupaten Sekadau
Kabupaten Sekadau mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 27,5 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori makanan di seluruh Kalimantan Barat. Nilai pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 836762 rupiah per kapita per bulan, menempati peringkat kedua seprovinsi hanya di bawah Kota Pontianak. Untuk pengeluaran bukan makanan, wilayah ini tumbuh 13,9 persen dan menempati peringkat kesepuluh dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.