Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$18.160 /Ton (Rabu, 14 Januari 2026)

1
Agus Dwi Darmawan 15/01/2026 10:42 WIB
Image Loader
Memuat...
Harga Komoditas Nikel untuk Tiga Bulan Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan untuk transaksi Rabu, 14 Januari 2026 naik. Perdagangan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan hari ini tercatat US$18.160 per ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang berada di angka US$17.805 per ton. Kondisi saat ini serupa dengan pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam satu hari terakhir yang sedang dalam tren naik.

Seminggu terakhir, pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan tumbuh 7,61% dengan rata-rata harga transaksi harian adalah US$17,96 ribu per ton. Alhasil sepanjang 2026, harga komoditas nikel telah naik 7,36% dari posisi awal tahun yang berada di level US$16.915 per ton. Bahkan dari harga tertingginya tahun ini di US$18.650 per ton, harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan telah turun 2,63%.

(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat 2015 - 2024)

Secara tahunan, rata-rata perdagangan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam lima tahun terakhir dalam tren turun. Sementara itu, untuk pantauan harga secara bulanan, transaksi dalam 12 bulan terakhir cenderung naik. Tertinggi, harga rata-rata bulanan komoditas komoditas nikel pernah tercatat yakni pada Januari 2026 diharga US$17,73 ribu per ton.

(Baca: Harga Gas Alam Dunia Sore Hari Diperdagangkan US$3,38 /Mmbtu (Rabu, 14 Januari 2026))

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mencatat pada semester awal 2023 nilai ekspor nikel dan turunannya secara tahun berjalan telah mencapai US$19,47 miliar atau setara Rp301 triliun. Pada 2022, nilai ekspor komoditas ini mencapai US$ 34,28 miliar atau Rp 530,1 triliun. Ekspor nikel dan turunannya ini diprediksi akan naik hingga 20 kali lipat pada 2025 akibat program hilirisasi pemerintah Indonesia.

Data Populer

Loading...