Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$18.910 /Ton (Selasa, 12 Mei 2026)

1
Agus Dwi Darmawan 13/05/2026 10:58 WIB
Image Loader
Memuat...
Harga Komoditas Nikel untuk Tiga Bulan Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan untuk transaksi Selasa, 12 Mei 2026 turun. Perdagangan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan hari ini tercatat US$18.910 per ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang berada di angka US$19.180 per ton. Kondisi saat ini serupa dengan pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam satu hari terakhir yang sedang dalam tren naik.

Seminggu terakhir, pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan tumbuh -2,9% dengan rata-rata harga transaksi harian adalah US$19,25 ribu per ton. Sedangkan terhadap harga di awal tahun, harga komoditas nikel ini telah tumbuh 11,79%. Bahkan dari harga tertingginya tahun ini di US$19.675 per ton, harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan telah turun 3,89%.

(Baca: Harga Gandum Kontrak Tiga Bulan - US Wheat Futures Pagi Hari Diperdagangkan 674.63 Bushel (Rabu, 13 Mei 2026))

Secara tahunan, rata-rata perdagangan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam lima tahun terakhir dalam tren turun. Sementara itu, untuk pantauan harga secara bulanan, transaksi dalam 12 bulan terakhir cenderung naik. Tertinggi, harga rata-rata bulanan komoditas komoditas nikel pernah tercatat yakni pada Mei 2026 diharga US$19,25 ribu per ton.

(Baca: Harga Karet Tsr20 - Rubber Tsr20 Futures - Pagi Hari Diperdagangkan US$222,6 /100 Kg (Selasa, 12 Mei 2026))

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mencatat pada semester awal 2023 nilai ekspor nikel dan turunannya secara tahun berjalan telah mencapai US$19,47 miliar atau setara Rp301 triliun. Pada 2022, nilai ekspor komoditas ini mencapai US$ 34,28 miliar atau Rp 530,1 triliun. Ekspor nikel dan turunannya ini diprediksi akan naik hingga 20 kali lipat pada 2025 akibat program hilirisasi pemerintah Indonesia.

Data Populer

Loading...