Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$17.440 /Ton (Rabu, 04 Februari 2026)

1
Agus Dwi Darmawan 05/02/2026 10:57 WIB
Image Loader
Memuat...
Harga Komoditas Nikel untuk Tiga Bulan Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Westmetall mencatat harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan pada hari ini tidak berubah 0% menuju level US$ 17.440 per ton. Penurunan harga ini termasuk yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata pergerakan harga dalam sepekan terakhir.

Harga komoditas nikel mengalami lonjakan tertinggi minggu ini pada Selasa, 03 Februari 2026 sebesar 3,66%. mengalami penguatan sebesar 3,1% dibandingkan posisi awal tahun.

(Baca: Harga Gandum Kontrak Tiga Bulan - US Wheat Futures Turun Menuju Level 524,4 Bushel (Kamis, 05 Februari 2026))

Kali ini pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam 0 hari terakhir yang sedang dalam tren menyusut.

Seminggu terakhir, pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan tumbuh -6,86% dengan rata-rata harga transaksi harian adalah US$17,91 ribu per ton. Perhitungan Katadata Insight Center (KIC), dalam setahun berjalan (year-to-date/ytd), harga komoditas nikel tersebut telah naik 3,1%. Adapun sepanjang tahun ini, nilai perdagangan tertinggi untuk komoditas komoditas nikel pernah ditransaksikan di harga US$18.975 per ton yang terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026.

Secara tahunan, rata-rata perdagangan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam lima tahun terakhir dalam tren turun. Sementara itu, untuk pantauan harga secara bulanan, transaksi dalam 12 bulan terakhir cenderung naik. Tertinggi, harga rata-rata bulanan komoditas komoditas nikel pernah tercatat yakni pada Januari 2026 diharga US$18,03 ribu per ton.

(Baca: Harga Perak Pagi Hari Diperdagangkan US$87,05 /Troy Ons (Kamis, 05 Februari 2026))

Melansir berita Katadata sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memproyeksikan nilai ekspor turunan nikel dapat mencapai US$60 miliar atau sekitar Rp927,84 triliun pada 2025. Hal tersebut disebabkan oleh hilirisasi nikel menjadi mobil listrik atau EV. Pada 2022, nilai ekspor nikel dan turunannya mencapai US$ 34,28 miliar atau Rp 530,1 triliun.

Data Populer

Loading...