Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi pada Minggu Pagi, Statusnya Waspada
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Minggu (8/3/2026) pukul 09.37 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Lewotobi Laki-laki sudah erupsi 9 kali.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak (2.584 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7,4 milimeter dan durasi 115 detik.
(Baca: Tren Letusan Gunung Berapi dalam Beberapa Tahun Terakhir)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 8 Maret 2026 pukul 00.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 22 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2,9-11 milimeter dan lama gempa 53-203 detik.
Kemudian, 6 kali gempa low frequency dengan amplitudo 5,9-14,8 milimeter dan lama gempa 19-29 detik serta 2 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 4,4-7,4 milimeter s-p 1,2-1,7 detik dan lama gempa 10-11 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 895 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (456 kali letusan) sedangkan Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi 9 kali.
(Baca: Negara dengan Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia, Indonesia Pertama)