Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Singkawang, pada 2024 mencapai Rp14,02 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,06% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp12,9 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,82%.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 247,92 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp56.062 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 216.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp2,9 jutajuta. PDRB ini tumbuh 6,74%.
Di urutan kedua adalah sektor konstruksi tumbuh 0,99% menjadi Rp2,35 jutajuta, sektor industri pengolahan tumbuh 7,84% menjadi Rp1,93 jutajuta.
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan PDRB Rp939,35 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kota Singkawang pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Singkawang ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 22,21%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Real Estate,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.