Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran perawatan kulit per kapita per bulan di Kabupaten Morowali tahun 2024 mencapai 139819 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 12,4 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan angka 159622 rupiah. Sebelumnya pada tahun 2023, terjadi kenaikan sangat besar sebesar 113,6 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2024)
Nilai pengeluaran perawatan kulit di kabupaten ini setara dengan 36,8 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, dan 13,5 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa masyarakat setiap bulannya. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran perawatan kulit mencapai 63,7 persen dari nilai pengeluaran makanan jadi per kapita per bulan.
Sepanjang tujuh tahun periode data 2018 sampai 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Morowali menunjukkan pola kenaikan stabil sampai tahun 2022, lalu melonjak sangat tajam pada tahun 2023 sebelum akhirnya sedikit turun pada tahun 2024. Dari tahun 2018 sampai 2022, kenaikan tahunan selalu berada di bawah 13 persen setiap tahunnya. Lonjakan lebih dari 100 persen pada tahun 2023 merupakan anomali yang tidak terjadi pada periode tahun sebelumnya.
Berdasarkan data perbandingan se-provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali menempati urutan pertama pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Urutan setelahnya diikuti oleh Kabupaten Morowali Utara dengan nilai 111935 rupiah, Kota Palu 75857 rupiah, Kabupaten Banggai 65767 rupiah dan Kabupaten Buol 63057 rupiah. Di tingkat pulau Sulawesi, kabupaten ini berada di urutan kedua, dan urutan ke 12 secara nasional untuk seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Morowali kembali menempati urutan pertama di seluruh kabupaten kota Sulawesi Tengah tahun 2024. Total pengeluaran bukan makanan per kapita per bulan mencapai 1028923 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 50,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini lebih tinggi 7 persen dibandingkan Kota Palu yang berada di urutan kedua, dan 47 persen lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Morowali Utara di urutan ketiga.
Kabupaten Morowali Utara
(Baca: Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Kalimantan Tengah | 2025)
Kabupaten Morowali Utara mencatatkan pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebesar 111935 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan naik sebesar 63,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran bukan makanan, kabupaten ini menempati urutan ketiga se-provinsi dengan nilai 698860 rupiah, tumbuh sebesar 8,3 persen dari tahun lalu. Sementara untuk pengeluaran makanan per kapita, wilayah ini berada di urutan kedua seluruh Sulawesi Tengah dengan nilai 872138 rupiah setiap bulannya.
Kota Palu
Kota Palu sebagai ibukota provinsi mencatatkan pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebesar 75857 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 14,3 persen dari tahun 2023. Total pengeluaran bukan makanan di kota ini mencapai 960675 rupiah per kapita per bulan, menempati urutan kedua se-provinsi dengan pertumbuhan 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, kota ini berada di urutan ketiga dengan nilai 707941 rupiah setiap bulannya.
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai mencatatkan pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebesar 65767 rupiah per kapita, mengalami kenaikan sebesar 38,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan keempat se-provinsi untuk kategori pengeluaran bukan makanan dengan nilai 608711 rupiah per bulan, tumbuh sebesar 10,1 persen dari tahun lalu. Untuk pengeluaran makanan per kapita, kabupaten ini berada di urutan keempat seluruh Sulawesi Tengah dengan nilai 705918 rupiah setiap bulannya.
Kabupaten Poso
Kabupaten Poso mencatatkan pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebesar 61050 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 17,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran bukan makanan, kabupaten ini menempati urutan keempat se-provinsi dengan nilai 626170 rupiah, tumbuh sedikit sebesar 3,5 persen dari tahun lalu. Sementara untuk pengeluaran makanan per kapita, wilayah ini berada di urutan kelima seluruh Sulawesi Tengah dengan nilai 672288 rupiah setiap bulannya.