Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tenggara 2015 - 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Rata-Rata Pengeluaran per Kapita per Bulan masyarakat Sulawesi Tenggara tahun 2024 sebesar Rp1.227.163, dengan pengeluaran makanan sebesar Rp604.047 dan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp623.116. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023), total pengeluaran naik sebesar 9,7%, pengeluaran makanan naik 12,8%, dan pengeluaran bukan makanan naik 6,9%. Dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023), total pengeluaran naik 13,3%, menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibanding periode lima tahun tersebut. Kenaikan total pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2016, ketika naik sebesar 19,7% dibanding tahun 2015, sedangkan kenaikan terendah terjadi pada tahun 2020, dengan peningkatan hanya 1,6% dibanding 2019.
(Baca: Persentase Penduduk yang tidak Memiliki Akses Jaminan Kesehatan Periode 2018-2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase pengeluaran untuk makanan di Sulawesi Tenggara tahun 2024 adalah 49,22%, menempati urutan ke-30 dari semua provinsi di Indonesia, yang merupakan urutan terendah dalam dekade terakhir. Sementara itu, persentase pengeluaran bukan makanan sebesar 50,78%, menempati urutan ke-8. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, persentase pengeluaran makanan naik sedikit dari 47,88%, sedangkan persentase bukan makanan turun sedikit dari 52,12%. Dalam lima tahun terakhir, persentase makanan cenderung fluktuatif dengan perubahan antara 46,53% (2019) dan 48,83% (2020), sedangkan persentase bukan makanan mengalami peningkatan hingga tahun 2019 sebelum turun di 2020 dan kembali naik secara stabil hingga 2023 sebelum turun sedikit di 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peringkat pengeluaran masyarakat Sulawesi Tenggara menurut pulau Sulawesi tahun 2024 adalah ke-5, sama dengan peringkat pada tahun 2011, 2012, 2013, 2017, dan 2023. Peringkat pengeluaran makanan tahun 2024 adalah ke-5 di pulau Sulawesi, sedangkan peringkat pengeluaran bukan makanan adalah ke-4. Dibandingkan lima tahun terakhir, peringkat pengeluaran bukan makanan pernah mencapai tertinggi pada tahun 2022 di urutan ke-2, sebelum turun kembali ke urutan ke-4 di 2023 dan 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Probolinggo 123,85 Ribu dan Angka Pengangguran 4,44%)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat anomali tercatat pada tahun 2020, ketika pengeluaran bukan makanan masyarakat Sulawesi Tenggara turun sebesar 2,7% dari Rp546.075 pada 2019 menjadi Rp531.060, meskipun total pengeluaran masyarakat naik sedikit. Bandingkan dengan 10 tahun terakhir (2014-2024), tahun 2020 adalah satu-satunya periode di mana pengeluaran bukan makanan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, hal ini disebabkan oleh peningkatan pengeluaran makanan yang signifikan sebesar 6,6% pada tahun yang sama akibat pandemi COVID-19 yang mendorong masyarakat mengalokasikan lebih banyak dana untuk kebutuhan pangan dasar.