Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah sebesar 32021 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun 2023. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Selatan 2024 - 2024)
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang sekitar 3 persen dari total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Puncak pada tahun 2024. Jika dibandingkan dengan pos pengeluaran lain, nilai ini kurang dari setengah pengeluaran untuk perawatan pribadi, hanya sekitar sepertiga pengeluaran untuk kecantikan, dan kurang dari separuh pengeluaran untuk rokok dan tembakau masyarakat setempat.
Selama kurun waktu tujuh tahun terakhir tercatat pergerakan pengeluaran sabun mandi yang naik turun. Pada tahun 2021 tercatat pengeluaran tertinggi sebesar 33967 Rupiah per kapita per bulan, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2020 sebesar 25034 Rupiah. Pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 13,3 persen, kemudian pada tahun berikutnya terjadi kenaikan tertinggi sebesar 35,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Papua Tengah, Kabupaten Puncak menempati urutan ke 8 dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah tersebut untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Terdapat jarak nilai yang cukup jauh dibandingkan kabupaten di atasnya, dimana Kabupaten Deiyai di urutan 7 mencatat pengeluaran sabun mandi sebesar 48560 Rupiah atau 51 persen lebih tinggi dibandingkan nilai Kabupaten Puncak.
Rata-rata pengeluaran sabun mandi Kabupaten Puncak selama tiga tahun terakhir berada pada angka 31886 Rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2024 sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun tersebut. Sementara itu rata-rata lima tahun terakhir tercatat sebesar 30932 Rupiah, dimana nilai tahun 2024 juga menunjukkan angka yang sedikit di atas rata-rata lima tahun periode tersebut.
Kabupaten Puncak Jaya
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Azerbaijan 2015 - 2024)
Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Puncak Jaya menempati urutan pertama di seluruh wilayah Papua Tengah untuk hampir seluruh kategori pengeluaran. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat kabupaten ini mencapai 2808386 Rupiah, dengan pengeluaran makanan menyumbang 1888613 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 919773 Rupiah. Meskipun total pengeluaran mengalami penurunan 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pengeluaran untuk makanan justru naik sebesar 5,1 persen. Posisi peringkat pertama kabupaten ini tetap bertahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Mimika
Kabupaten Mimika menempati urutan kedua di provinsi Papua Tengah untuk total pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024 masyarakat kabupaten ini mengeluarkan rata-rata 1735786 Rupiah per kapita per bulan, dimana 885603 Rupiah digunakan untuk kebutuhan makanan dan 850183 Rupiah untuk kebutuhan bukan makanan. Total pengeluaran kabupaten ini mengalami penurunan 21,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun pengeluaran untuk makanan tercatat naik sebesar 16,4 persen. Posisi peringkat kedua kabupaten ini juga tidak mengalami perubahan dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Kabupaten Nabire
Berada di urutan ketiga seprovinsi, Kabupaten Nabire mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 1636282 Rupiah pada tahun 2024. Dari nilai tersebut, sebanyak 795645 Rupiah dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sementara sisanya sebesar 840637 Rupiah digunakan untuk seluruh kebutuhan bukan makanan. Total pengeluaran kabupaten ini mengalami penurunan 9,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tercatat kenaikan sebesar 8,1 persen khusus untuk pos pengeluaran makanan. Peringkat ketiga kabupaten ini tetap konsisten dibandingkan data tahun sebelumnya.
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Intan Jaya menempati urutan keempat untuk kategori total pengeluaran masyarakat di provinsi Papua Tengah. Pada tahun 2024, rata-rata masyarakat di kabupaten ini mengeluarkan 1374300 Rupiah per kapita setiap bulannya, dengan alokasi terbesar sebesar 961810 Rupiah untuk kebutuhan makanan. Pengeluaran untuk makanan di kabupaten ini mencatat kenaikan sangat tinggi sebesar 61 persen dibandingkan tahun sebelumnya, salah satu kenaikan tertinggi di seluruh wilayah provinsi. Posisi peringkat keempat kabupaten ini juga tidak mengalami pergeseran dibandingkan periode sebelumnya.