IHSG Ditutup Menguat Seiring Koreksi Harga Minyak Mentah (Selasa, 10 Maret 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada penutupan perdagangan Selasa (10/3/2026).
"IHSG rebound dari koreksi tajam sehari sebelumnya, yang dipicu oleh koreksi harga minyak mentah, penguatan indeks bursa Wall Street dan Asia, serta technical rebound,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dilansir dari Antara.
Pada perdagangan Selasa (10/3/2026) pukul 16.35 WIB, harga minyak mentah WTI turun 7,83% menjadi US$87,35 per barel. Sementara minyak Brent turun 7,99% menjadi US$91,05 per barel.
Ratna menilai, melemahnya harga minyak global terjadi seiring dengan potensi berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran sebagai "very complete".
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham menguat hari ini. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan hingga 4,42%, diikuti sektor industri dan sektor barang konsumen non-primer yang masing-masing naik 2,86% dan 2,58%.
Sementara hanya ada satu sektor saham yang melemah, yaitu sektor teknologi yang terkoreksi 0,04%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini mencapai 2,03 juta kali transaksi. Total saham berpindah tangan mencapai 36,27 miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp19,16 triliun.
Sebanyak 534 saham ditutup naik hari ini, 190 saham melemah, dan 93 saham stagnan.
Emiten top gainer hari ini adalah INPC yang terbang 32,67%, diikuti LRNA dan NETV yang masing-masing naik 25,71% dan 25%.
Sementara, SHID menjadi emiten top loser setelah anjlok 14,89%, diikuti INDS yang terjun 14,62% dan SKBM yang ambles 14,57%.
Sejalan dengan IHSG, seluruh bursa kawasan Asia sore ini parkir di zona hijau. Indeks Nikkei naik 2,88% ke 54.248,39; indeks Hang Seng naik 2,17% ke 25.959,90; indeks Shanghai naik 0,65% ke 4.123,14; dan indeks Strait Times naik 2,19% ke 4.860,64.
(Baca: Performa Indeks Bursa Saham 33 Negara sampai Februari 2026, IHSG Paling Bawah)