- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Bali pada tahun 2024 tercatat sebanyak 161 unit. Berdasarkan data historis selama kurun 2018-2024, jumlah sekolah SMA di pulau dewata ini cenderung stabil bergerak di kisaran 158 hingga 163 unit. Dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 163 unit, terjadi penurunan sebanyak 2 unit sekolah SMA pada tahun 2024. Secara nasional, posisi Bali untuk indikator jumlah sekolah SMA ini secara konsisten menduduki urutan 27 selama tujuh tahun terakhir, kecuali pada tahun 2022 yang sempat turun ke urutan 28.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Tana Toraja | 2024)
Dari total 161 unit SMA di Bali tahun 2024, sebanyak 90 unit merupakan SMA Negeri sedangkan 71 unit sisanya adalah SMA Swasta. Proporsi SMA Negeri mendominasi sebanyak 55,9% dari total seluruh sekolah SMA di provinsi ini, sedangkan SMA Swasta menyumbang 44,1%. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah SMA Negeri tetap stagnan tidak ada perubahan, sementara jumlah SMA Swasta mengalami penurunan sebesar 2 unit atau turun 2,7 persen.
Untuk jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Bali, pada tahun 2023 tercatat sebesar 199.160 jiwa. Angka ini sedikit menurun dibandingkan puncaknya pada tahun 2021 yang mencapai 205.800 jiwa. Secara nasional, populasi usia sekolah SMA di Bali secara konsisten menduduki urutan 17 hampir sepanjang periode pengamatan, dan sempat naik satu peringkat menjadi urutan 16 pada tahun 2022. Saat ini setiap satu unit sekolah SMA di Bali melayani rata-rata sekitar 1.237 jiwa penduduk usia SMA.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk SMA Negeri 1 Cililin SPMB 2026)
Pada tahun 2024, total jumlah guru SMA di seluruh Provinsi Bali tercatat sebanyak 5.893 orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 39 orang atau tumbuh 0,7 persen dibandingkan tahun 2023. Untuk tenaga pendidik dan kepala sekolah, SMA Negeri memiliki total 4.876 orang pada tahun 2024, atau mengalami pertumbuhan sebesar 2,5 persen dari tahun sebelumnya. Sebaliknya tenaga pendidik di SMA Swasta justru mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 7,1 persen, dari yang sebelumnya 1.095 orang menjadi hanya 1.017 orang pada tahun 2024.
Sementara itu angka partisipasi murni SMA di Bali diproyeksikan mencapai 76 persen pada tahun 2025, atau tumbuh 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun jumlah sekolah SMA cenderung stabil dan jumlah murid secara total mengalami penurunan 3,6 persen pada 2024, peningkatan angka partisipasi menunjukkan upaya pemerataan akses pendidikan menengah atas di wilayah ini terus berjalan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |