Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Toba Samosir pada tahun 2024 mencapai 146188 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 9 persen dibandingkan tahun 2023 yang sempat mencatatkan nilai pengeluaran tertinggi dalam rentang tujuh tahun terakhir. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, tercatat pergerakan nilai pengeluaran yang mengalami kenaikan selama lima tahun sebelum akhirnya turun pada tahun terakhir ini. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Bangka Belitung 2024)
Besar pengeluaran rokok dan tembakau ini setara dengan 47,2 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan jadi, serta melampaui pengeluaran bulanan untuk sabun mandi, perawatan, serta kebutuhan kecantikan masyarakat Kabupaten Toba Samosir. Secara proporsi, pengeluaran rokok dan tembakau menyumbang hampir separuh dari nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan siap konsumsi warga setiap bulannya. Pada tahun 2023, nilai pengeluaran untuk kategori ini bahkan sempat menembus angka 160589 rupiah per orang setiap bulan.
Sepanjang tujuh tahun observasi, tercatat kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan penambahan nilai sebesar 20,1 persen dari tahun sebelumnya. Satu tahun sebelumnya yaitu tahun 2022 juga mencatatkan kenaikan sebesar 11,4 persen. Hanya tercatat dua kali terjadi penurunan pada periode ini, yaitu pada tahun 2021 sebesar 3,2 persen dan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2024 dengan nilai 9 persen. Tidak ditemukan periode stagnan dalam catatan data tujuh tahun terakhir.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Sumatera Utara, Kabupaten Toba Samosir berada pada peringkat ke 15 dari total 33 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Lima wilayah dengan pengeluaran tertinggi di atas Kabupaten Toba Samosir secara berurutan adalah Kabupaten Karo, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Kota Tanjung Balai dan Kabupaten Padang Lawas Utara. Seluruh lima wilayah teratas ini mencatatkan nilai pengeluaran di atas 161000 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024.
Kondisi Pengeluaran Makanan Masyarakat
Badan Pusat Statistik juga mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan makanan di Kabupaten Toba Samosir pada tahun 2024 mencapai 851839 rupiah. Nilai ini menempatkan Kabupaten Toba Samosir pada urutan ke 4 dari seluruh wilayah di Sumatera Utara untuk kategori pengeluaran makanan. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 8,2 persen untuk kategori ini, angka ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan seprovinsi yang mencapai 13,1 persen. Kabupaten Karo menjadi wilayah dengan pengeluaran makanan tertinggi dengan nilai lebih dari 1 juta rupiah per kapita setiap bulan.
(Baca: Update 2025: Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas di Banten 9,44 Juta Jiwa)
Perbandingan Pengeluaran Bukan Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Toba Samosir mencatatkan nilai 677585 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Peringkat ini menempatkan wilayah ini pada urutan ke 5 se Sumatera Utara, naik sangat signifikan dari tahun sebelumnya. Terjadi kenaikan sebesar 28,7 persen dibandingkan tahun 2023, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi untuk kategori ini di seluruh provinsi. Hanya empat wilayah kota besar yaitu Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kota Binjai dan Kota Pematang Siantar yang mencatatkan nilai pengeluaran bukan makanan lebih tinggi dari Kabupaten Toba Samosir.
Total Pengeluaran Per Kapita
Total pengeluaran keseluruhan masyarakat Kabupaten Toba Samosir mencapai 1529424 rupiah per orang setiap bulan pada tahun 2024. Nilai ini menempatkan wilayah ini pada urutan ke 5 dari seluruh 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Dibandingkan tahun sebelumnya terjadi penurunan sedikit sebesar 4,9 persen, meskipun terjadi kenaikan besar untuk kategori bukan makanan. Penurunan ini terjadi akibat penurunan nilai pengeluaran beberapa kategori pokok yang cukup besar selama tahun 2024 di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Pola Pengeluaran Antar Wilayah
Terlihat perbedaan pola yang jelas antara wilayah pesisir dan wilayah danau Toba. Wilayah seperti Kabupaten Nias Selatan hanya mencatatkan pengeluaran rokok dan tembakau sebesar 72095 rupiah, kurang dari setengah nilai yang tercatat di Kabupaten Toba Samosir. Sementara itu wilayah perkebunan seperti Kabupaten Karo mencatatkan pengeluaran rokok hampir 50 persen lebih tinggi dibandingkan wilayah Toba Samosir. Semua catatan ini menunjukkan variasi pola konsumsi yang sangat berbeda antar wilayah meskipun berada dalam satu provinsi yang sama.