Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menunjukkan persentase penduduk miskin tetap di 3,44 persen, tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya (pertumbuhan 0 persen). Jumlah penduduk miskin sedikit naik menjadi 84.240 orang, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan mencapai 2.046.862 jiwa dengan pertumbuhan 1,49 persen. Kabupaten ini menempati peringkat 495 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan dan peringkat 20 se-Indonesia untuk jumlah penduduk.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Merauke Periode 2004 - 2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 sebesar 7,91 persen, sedangkan terendah pada tahun 2023 dan 2024 sebesar 3,44 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2005 (-20,35 persen) dan tertinggi pada tahun 2015 (3,95 persen). Persentase kemiskinan tahun 2024 lebih rendah dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (3,50 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (3,90 persen). Peringkat se-Indonesia untuk persentase kemiskinan terus meningkat dari 355 pada tahun 2004 menjadi 495 pada tahun 2024, menunjukkan kondisi kemiskinan yang semakin baik.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota tetangga di Sumatera Utara, persentase kemiskinan Kabupaten Deli Serdang (3,44 persen) lebih rendah dibanding Kota Binjai (4,75 persen), Kota Padang Sidimpuan (6,23 persen), dan Kabupaten Pakpak Bharat (6,87 persen). Meskipun persentasenya rendah, jumlah penduduk miskinnya (84.240 orang) jauh lebih tinggi ketimbang ketiga wilayah tersebut secara gabungan (32.470 orang) karena jumlah penduduknya yang lebih besar.
Kota Binjai
Wilayah ini menempati peringkat 451 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan sebesar 4,75 persen. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 13.860 orang dengan pertumbuhan 0,07 persen, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan 312.628 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp577,22 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai Rp50,75 juta per kapita per tahun dengan pertumbuhan 6,44 persen. Meskipun persentase kemiskinan lebih tinggi dari Kabupaten Deli Serdang, garis kemiskinan yang lebih tinggi menunjukkan biaya hidup yang lebih mahal di wilayah ini, sehingga penduduk perlu pendapatan lebih besar untuk keluar dari kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mahakam Hulu | 2015 - 2024)
Kota Padang Sidimpuan
Dengan peringkat 394 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 6,23 persen. Jumlah penduduk miskinnya sedikit turun menjadi 14.880 orang dengan pertumbuhan -7,86 persen, dan jumlah penduduk keseluruhan 231.266 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp556,02 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai Rp35,73 juta per kapita per tahun dengan pertumbuhan 6,44 persen. Pertumbuhan kemiskinan yang negatif menunjukkan upaya penanggulangan kemiskinan yang berjalan, namun persentase kemiskinan masih jauh lebih tinggi dari Kabupaten Deli Serdang karena tingkat pendapatan rata-rata yang lebih rendah.
Kabupaten Pakpak Bharat
Wilayah ini menempati peringkat 358 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan sebesar 6,87 persen. Jumlah penduduk miskinnya sedikit turun menjadi 3.730 orang dengan pertumbuhan -6,98 persen, dan jumlah penduduk keseluruhan 57.152 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp412,76 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai Rp30,58 juta per kapita per tahun dengan pertumbuhan 8,15 persen. Meskipun pendapatan per kapita mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, persentase kemiskinan masih tertinggi di antara wilayah yang dibandingkan karena jumlah penduduk yang kecil dan distribusi pendapatan yang masih kurang merata.