Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat populasi kerbau Provinsi Aceh pada akhir tahun 2025 mencapai 108.522 ekor. Dari catatan historis tahunan sejak 2000, data menunjukkan fluktuasi tajam dimana populasi pernah mengalami penurunan paling dalam sebesar 57,06 persen pada tahun 2011, serta kenaikan tertinggi sebesar 85,65 persen tepat pada tahun 2025 ini. Sepanjang periode 25 tahun tercatat, nilai populasi kerbau Aceh pernah menempati peringkat teratas nasional selama 17 tahun berturut-turut sebelum mengalami penurunan peringkat pada periode 2018-2024.
(Baca: Jumlah Perceraian di Jawa Barat Periode 2019-2024)
Pada tahun 2025, populasi kerbau Aceh mengalami kenaikan sebesar 50.066 ekor dibandingkan akhir tahun 2024, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 85,65 persen. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir, pertumbuhan tahun 2025 tercatat 12 kali lipat lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan periode tersebut. Sementara jika dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir, angka pertumbuhan 2025 juga mencatatkan performa 7 kali lebih baik dari rata-rata periode sebelumnya.
Untuk periode 5 tahun terakhir, Aceh sempat menempati peringkat ke 3 wilayah Sumatera pada tahun 2024, sebelum kembali menempati posisi pertama pulau Sumatera pada akhir 2025. Di tingkat nasional, Aceh juga berhasil melonjak dari peringkat ke 5 nasional tahun 2024 menjadi peringkat teratas seluruh Indonesia untuk jumlah populasi kerbau pada akhir tahun 2025. Pencapaian ini menjadikan Aceh satu-satunya provinsi di luar wilayah Nusa Tenggara yang mampu menempati tiga besar nasional dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Aceh
Aceh menempati posisi pertama ranking nasional populasi kerbau tahun 2025 dengan total populasi 108.522 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 85,65 persen, peningkatan populasi sebesar 50.066 ekor dari tahun sebelumnya. Di pulau Sumatera, Aceh berada di atas Sumatera Barat yang menempati posisi kedua pulau dengan selisih lebih dari 25 ribu ekor. Pertumbuhan Aceh tahun ini juga menjadi yang tertinggi ketiga dari seluruh provinsi yang masuk lima besar nasional.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati peringkat kedua nasional tahun 2025 dengan total populasi kerbau 101.275 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan tertinggi diantara lima besar nasional yaitu sebesar 168,44 persen, dengan penambahan populasi mencapai 63.548 ekor. Sebagai wilayah teratas di gugus Nusa Tenggara dan Bali, Nusa Tenggara Barat hanya tertinggal sekitar 7 ribu ekor dari Aceh di posisi teratas nasional.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Sidenreng Rappang 147,08 Ribu dan Angka Pengangguran 3,02%)
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati posisi ketiga nasional dan kedua di wilayah pulau Nusa Tenggara dan Bali tahun 2025 dengan total populasi 82.905 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 21,44 persen dengan penambahan populasi 14.635 ekor. Nusa Tenggara Timur memiliki selisih hampir 19 ribu ekor dibawah Nusa Tenggara Barat di peringkat diatasnya, dan unggul lebih dari 200 ekor dibandingkan Sumatera Barat di peringkat keempat.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat keempat nasional dan posisi kedua di pulau Sumatera tahun 2025 dengan total populasi kerbau 82.660 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 6,7 persen dengan penambahan populasi sebanyak 5.188 ekor. Dibandingkan Aceh sebagai pemuncak di pulau Sumatera, Sumatera Barat tertinggal lebih dari 25 ribu ekor populasi kerbau pada akhir tahun ini.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati peringkat kelima nasional dan posisi teratas di pulau Sulawesi tahun 2025 dengan total populasi kerbau 67.634 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 4,59 persen dengan penambahan populasi sebanyak 2.969 ekor. Sulawesi Selatan memiliki selisih hampir 15 ribu ekor dibawah Sumatera Barat, dan menjadi satu-satunya perwakilan wilayah Sulawesi yang masuk dalam daftar lima besar nasional populasi kerbau tahun 2025.