Papua Selatan mencatatkan rekor pertumbuhan nilai investasi PMA sektor industri kayu menurut provinsi dalam tiga tahun terakhir. Capaian itu menjadikan nilai investasi PMA sektor industri kayu menurut provinsi rata-rata dalam tiga tahun terakhir yakni sebesar nan%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bone Bolango Menurut Sektor pada 2024)
Rata-rata nilai investasi PMA sektor industri kayu di Indonesia saat ini sebesar US$6.711,52 ribu data per 2025. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jawa Tengah berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat jumlah nilai investasi PMA sektor industri kayu sebanyak US$61,89 juta. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 224,91% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA3 Kota Depok 2025)
Setelahnya Sumatera Selatan di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor industri kayu di provinsi ini tumbuh -40,26%. Periode yang sama tahun sebelumnya nilai investasi PMA sektor industri kayu di provinsi ini tercatat US$52 juta.
Selanjutnya, Jawa Timur dengan nilai investasi PMA sektor industri kayu US$13,27 juta (naik 0,28%), Papua Barat dengan nilai investasi PMA sektor industri kayu US$12,58 juta (turun 9,6%) dan Sumatera Utara dengan nilai investasi PMA sektor industri kayu US$10,94 juta (naik 11,39 ribu%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan nilai investasi PMA sektor industri kayu tertinggi pada 2025:
- Jawa Tengah US$61,89 juta
- Sumatera Selatan US$31,07 juta
- Jawa Timur US$13,27 juta
- Papua Barat US$12,58 juta
- Sumatera Utara US$10,94 juta
- Lampung US$10,56 juta
- Papua Selatan US$6.878 ribu
- Jawa Barat US$5597.6 ribu
- Kep. Riau US$5030.8 ribu
- Kep. Bangka Belitung US$3.475 ribu