Menurut publikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), data per 2023, nilai investasi PMA sektor industri kayu jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai US$75,94 juta. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 95,35% dari total seluruh provinsi.
Sumatera Selatan mencatatkan nilai investasi PMA sektor industri kayu tertinggi dengan US$17,09 juta. Di provinsi ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 66,26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: 96,9% Penduduk di Kabupaten Banyuwangi Beragama Islam)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Jawa Timur. Jumlah nilai investasi PMA sektor industri kayu di provinsi ini dilaporkan US$15,95 juta. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah nilai investasi PMA sektor industri kayu terlihat turun 64,91% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak US$45,47 juta.
Berikutnya, nilai investasi PMA sektor industri kayu di Gorontalo turun 64,19% menjadi US$14,51 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Jawa Tengah dengan nilai investasi PMA sektor industri kayu US$7.304 ribu (turun 75,4%) dan Kalimantan Timur dengan nilai investasi PMA sektor industri kayu US$6999.8 ribu (naik 286,32%)
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Industri Kimia dan Farmasi Periode 2013-2023)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan nilai investasi PMA sektor industri kayu dengan jumlah tertinggi:
- Sumatera Selatan US$17,09 juta
- Jawa Timur US$15,95 juta
- Gorontalo US$14,51 juta
- Jawa Tengah US$7.304 ribu
- Kalimantan Timur US$6999.8 ribu
- Papua Selatan US$5266.2 ribu
- Bengkulu US$4796.2 ribu
- Banten US$1570.5 ribu
- Jambi US$1259.1 ribu
- Jawa Barat US$1189.3 ribu