Nilai investasi PMA sektor industri kayu di Papua tumbuh -99.88%. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat US$152,1 ribu data per 2024. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2018 dengan angka nilai investasi PMA sektor industri kayu mencapai US$19,9 ribu dan untuk rata-rata dalam enam tahun terakhir yakni sebesar 11,75 ribu%.
Jawa Tengah mencatatkan nilai investasi PMA sektor industri kayu tertinggi dengan US$61,89 juta. Di provinsi ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 224,91% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Industri Kayu Periode 2013-2023)
Setelahnya Sumatera Selatan di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor industri kayu di provinsi ini tumbuh -40,26%. Periode yang sama tahun sebelumnya nilai investasi PMA sektor industri kayu di provinsi ini tercatat US$52 juta.
Selanjutnya, Jawa Timur dengan nilai investasi PMA sektor industri kayu US$13,27 juta (naik 0,28%), Papua Barat dengan nilai investasi PMA sektor industri kayu US$12,58 juta (turun 9,6%) dan nilai investasi PMA sektor industri kayu di Sumatera Utara naik 11,39 ribu% menjadi US$10,94 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Mojokerto Menurut Sektor pada 2024)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan nilai investasi PMA sektor industri kayu tertinggi pada 2025:
- Jawa Tengah US$61,89 juta
- Sumatera Selatan US$31,07 juta
- Jawa Timur US$13,27 juta
- Papua Barat US$12,58 juta
- Sumatera Utara US$10,94 juta
- Lampung US$10,56 juta
- Papua Selatan US$6.878 ribu
- Jawa Barat US$5597.6 ribu
- Kep. Riau US$5030.8 ribu
- Kep. Bangka Belitung US$3.475 ribu