Waspada! Dini Hari Ini Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi (Sabtu, 21 Februari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Sabtu (21/2/2026) pukul 04.42 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok hanya sekali erupsi.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar None meter di atas puncak (None meter di atas permukaan laut).
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 5,8 milimeter dan durasi 34 detik.
(Baca: Tren Letusan Gunung Berapi dalam Beberapa Tahun Terakhir)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 21 Februari 2026 pukul 18.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 45 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,8-9,4 milimeter dan lama gempa 32-43 detik. Kemudian, 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 1,8 milimeter s-p tidak teramati dan lama gempa 61 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidakmelakukan aktivitas didalam wilayah radius 3 kilometer daripusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 704 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (375 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 23 kali.
(Baca: Indonesia Punya Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia)