Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Raja Ampat Naik 24,94% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 29/05/2026 08:44 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya sebesar 24,94% pada 2025.

Angka tersebut naik 2,99% dari tahun sebelumnya sebesar 21,95%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,62%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Raja Ampat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Raja Ampat yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 24,94% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat Daya, PoU di Kabupaten Raja Ampat ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Maybrat (18,4%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Sorong (26,72%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Barat Daya pada 2025.

  1. Kabupaten Maybrat: 18,4%
  2. Kota Sorong: 19,29%
  3. Kabupaten Sorong Selatan: 19,8%
  4. Kabupaten Tambrauw: 22,72%
  5. Kabupaten Raja Ampat: 24,94%
  6. Kabupaten Sorong: 26,72%

(Baca: Jumlah Penduduk Jawa Barat yang Bekerja Meningkat Awal 2025)

Data Pasar

Macro update by
29 May 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 18 +0.43
Neraca perdagangan (Mar) 3,32 +160.82
Ekspor Migas (Mar) 1,28 +18.60
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Mar) 22,53 +1.62
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Feb) 1,16 -2.42
Inflasi yoy (Apr) 2,42% -1.06
Inflasi mom (Apr) 0,13% -0.28
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...