Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Buton Utara pada tahun 2024 mencapai 96490 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 5,1 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penurunan sebesar 5222 rupiah per kapita setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun secara konsisten setiap tahun tanpa periode stagnan.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Muna Barat 2,76%)
Sepanjang tujuh tahun data tercatat, pengeluaran tertinggi untuk kategori makanan dan minuman jadi di wilayah ini terjadi pada tahun 2022 dengan nilai 119472 rupiah per kapita per bulan. Setelah mencapai nilai tersebut, terjadi penurunan dua tahun berturut-turut yaitu sebesar 14,9 persen pada tahun 2023, dilanjutkan penurunan sedikit sebesar 5,1 persen pada tahun 2024. Sementara kenaikan tertinggi sepanjang periode tercatat pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 28,9 persen dari tahun sebelumnya.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 di Kabupaten Buton Utara menempati urutan ke 13 dari seluruh 17 kabupaten dan kota di lingkungan Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 472 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sementara pada tingkat pulau Sulawesi menempati urutan ke 74. Di atas wilayah ini secara berurutan terdapat Kabupaten Buton Selatan, Kota Bau Bau, Kabupaten Bombana dan Kabupaten Kolaka Timur.
Berdasarkan catatan perbandingan antar wilayah, Kota Kendari mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di provinsi ini pada tahun 2024 sebesar 261016 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan naik 8,7 persen dari tahun sebelumnya. Setelah Kota Kendari, urutan kedua ditempati Kabupaten Kolaka Utara dengan nilai 226332 rupiah dan pertumbuhan naik 23,2 persen. Urutan ketiga adalah Kabupaten Konawe Utara yang mencatat nilai 215315 rupiah dengan pertumbuhan turun 11,1 persen.
Kabupaten Buton Utara
Untuk total pengeluaran per kapita seluruh kategori, Kabupaten Buton Utara mencatat nilai 917135 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, mengalami penurunan sebesar 12,6 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan ke 12 dari seluruh kabupaten kota di Sulawesi Tenggara untuk kategori pengeluaran total. Sementara untuk pengeluaran kategori makanan secara keseluruhan, wilayah ini berada di urutan ke 11 dengan nilai 500784 rupiah per kapita per bulan, mengalami naik sedikit sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2023.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2015 - 2024)
Kota Kendari
Sebagai wilayah dengan ranking teratas di provinsi, Kota Kendari mencatat total pengeluaran per kapita sebesar 1783409 rupiah per bulan pada tahun 2024, mengalami turun sedikit sebesar 5,1 persen dari tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran kategori makanan, kota ini berada di urutan kedua dengan nilai 769676 rupiah per kapita, mengalami naik sebesar 8,9 persen. Sementara pengeluaran bukan makanan di Kota Kendari mencapai 1013733 rupiah per kapita per bulan, menjadi satu-satunya wilayah di provinsi ini yang menembus nilai satu juta rupiah untuk kategori tersebut.
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Utara menempati urutan kedua untuk total pengeluaran per kapita di Sulawesi Tenggara dengan nilai 1674005 rupiah per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini juga menjadi pemeringkat teratas untuk kategori pengeluaran makanan dengan nilai 812097 rupiah per kapita per bulan, mengalami naik sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran bukan makanan, wilayah ini mencatat nilai 861907 rupiah dengan pertumbuhan naik sangat signifikan sebesar 31,5 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori tersebut di seluruh provinsi.
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara berada di urutan ketiga untuk total pengeluaran per kapita seprovinsi dengan nilai 1599452 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, mengalami naik sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini berada di urutan ketiga dengan nilai 739715 rupiah per kapita dengan pertumbuhan naik 9,4 persen. Sementara pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mencapai 859737 rupiah per bulan, dengan pertumbuhan naik sebesar 22,1 persen dibandingkan catatan tahun 2023.