Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, mencapai 96.490 Rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sedikit sebesar 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran pada 2023 sebesar 101.713 Rupiah per kapita per bulan. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya mencapai minus 5.222 Rupiah, yang membuat posisi Kabupaten Buton Utara berada di peringkat 13 di antara 17 kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Tenggara untuk kategori ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Buton Utara | 2024)
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran masyarakat Kabupaten Buton Utara untuk makanan dan minuman jadi mengalami fluktuasi yang jelas. Pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 88.506 Rupiah, lalu naik sedikit menjadi 90.106 Rupiah pada 2019. Tahun 2020 menjadi tahun dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 16,9 persen, membuat pengeluaran mencapai 105.319 Rupiah. Namun, tahun 2021 mengalami penurunan sedikit sebesar 12 persen ke 92.689 Rupiah, sebelum kembali naik signifikan sebesar 28,9 persen pada 2022 menjadi 119.472 Rupiah. Tahun 2023 dan 2024 kemudian mengalami penurunan berturut-turut sebesar 14,9 persen dan 5,1 persen.
Dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah ini yang mencapai 137.609 Rupiah, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 70 persen dari nilai tersebut. Selain itu, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (19.350 Rupiah) dan perawatan (35.448 Rupiah), namun lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 94.182 Rupiah.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara tahun 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi tertinggi dimiliki oleh Kota Kendari sebesar 261.016 Rupiah dengan pertumbuhan 8,7 persen, diikuti oleh Kabupaten Kolaka Utara (226.332 Rupiah, pertumbuhan 23,2 persen) dan Kabupaten Konawe Utara (215.315 Rupiah, penurunan 11,1 persen). Kabupaten Kolaka berada di peringkat keempat dengan 176.040 Rupiah (penurunan 2,4 persen), dan Kabupaten Konawe Selatan di peringkat kelima dengan 151.221 Rupiah (naik 7,9 persen). Semua wilayah ini memiliki peringkat yang tetap di provinsi untuk tahun 2024 dibandingkan data sebelumnya.
Kota Kendari
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Kendari tahun 2024 mencapai 1.013.733 Rupiah, naik sedikit sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1.002.920 Rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1.783.409 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan mencapai 769.676 Rupiah, naik sebesar 8,9 persen. Kota Kendari berada di peringkat pertama di provinsi untuk kategori pengeluaran bukan makanan dan total makanan serta bukan makanan, serta peringkat kedua untuk pengeluaran makanan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2015 - 2024)
Kabupaten Konawe Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Konawe Utara tahun 2024 mencapai 861.907 Rupiah, naik signifikan sebesar 31,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (655.552 Rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1.674.005 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan mencapai 812.097 Rupiah, naik sebesar 8,8 persen. Kabupaten Konawe Utara berada di peringkat kedua di provinsi untuk kategori pengeluaran bukan makanan, peringkat pertama untuk pengeluaran makanan, dan peringkat kedua untuk total makanan serta bukan makanan.
Kabupaten Kolaka Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Kolaka Utara tahun 2024 mencapai 859.737 Rupiah, naik signifikan sebesar 22,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya (704.217 Rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1.599.452 Rupiah, naik sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan mencapai 739.715 Rupiah, naik sebesar 9,4 persen. Kabupaten Kolaka Utara berada di peringkat ketiga di provinsi untuk kategori pengeluaran bukan makanan, peringkat ketiga untuk pengeluaran makanan, dan peringkat ketiga untuk total makanan serta bukan makanan.
Kabupaten Buton Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Buton Utara tahun 2024 mencapai 416.351 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 15,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya (492.270 Rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 917.135 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan mencapai 500.784 Rupiah, naik sebesar 5 persen. Kabupaten Buton Utara berada di peringkat ke-12 di provinsi untuk kategori pengeluaran bukan makanan, peringkat ke-11 untuk pengeluaran makanan, dan peringkat ke-12 untuk total makanan serta bukan makanan.