Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kota Dumai tahun 2024 mencapai Rp180.291, mengalami pertumbuhan sebesar 19,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran ini memiliki selisih Rp28.940 dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp151.351, menunjukkan kenaikan yang signifikan dalam konsumsi rokok dan tembakau di wilayah ini.
(Baca: Persentase Rumah Tangga Kumuh Periode 2018-2023)
Bandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar Rp292.571, pengeluaran rokok dan tembakau menyumbang sekitar 61,6 persen dari total tersebut. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi yang sebesar Rp224.043 per kapita sebulan, pengeluaran rokok dan tembakau hanya sedikit lebih rendah, menunjukkan bahwa konsumsi rokok dan tembakau menjadi prioritas penting bagi masyarakat Kota Dumai.
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Dumai menunjukkan pola naik turun. Tahun 2018 hingga 2022, pengeluaran terus naik secara bertahap dari Rp119.489 menjadi Rp173.962, sebelum mengalami penurunan sebesar 13 persen pada tahun 2023. Tahun 2024, pengeluaran kembali naik dengan pertumbuhan tertinggi selama tujuh tahun terakhir, yaitu 19,1 persen.
Di provinsi Riau, Kota Dumai menempati peringkat ke-4 dalam pengeluaran rokok dan tembakau per kapita sebulan tahun 2024, di bawah Kabupaten Rokan Hulu (Rp230.167), Kabupaten Pelalawan (Rp193.299), dan Kabupaten Bengkalis (Rp182.566). Secara nasional, Kota Dumai berada di peringkat ke-44 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Way Kanan | 2024)
Dari lima kabupaten/kota seprovinsi Riau dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi tahun 2024, Kabupaten Rokan Hulu memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 25,4 persen, sedangkan Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan sedikit sebesar 8,4 persen. Kabupaten Bengkalis mengalami pertumbuhan 3,9 persen, Kabupaten Kuantan Singingi mengalami penurunan sedikit sebesar 0,3 persen, dan Kota Dumai sendiri memiliki pertumbuhan 19,1 persen yang menjadi kedua tertinggi di antara kelima wilayah tersebut.
Kota Pekanbaru
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Pekanbaru tahun 2024 mencapai Rp1.203.364, mengalami pertumbuhan 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar Rp2.131.019, mengalami penurunan 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Pekanbaru menempati peringkat ke-1 dalam pengeluaran bukan makanan dan pengeluaran makanan plus bukan makanan di provinsi Riau, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Pekanbaru memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Riau. Pengeluaran makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar Rp927.655, mengalami pertumbuhan 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi bukti bahwa konsumsi makanan di kota ini masih menjadi prioritas utama meskipun pengeluaran total mengalami penurunan.
Kabupaten Siak
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Siak tahun 2024 sebesar Rp737.684, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 mencapai Rp1.560.407, mengalami penurunan 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Siak menempati peringkat ke-2 dalam pengeluaran bukan makanan dan peringkat ke-4 dalam pengeluaran makanan plus bukan makanan di provinsi Riau. Pengeluaran makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar Rp822.723, mengalami pertumbuhan 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa meskipun pengeluaran total menurun, konsumsi makanan di wilayah ini masih mengalami kenaikan yang signifikan.
Kabupaten Pelalawan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Pelalawan tahun 2024 sebesar Rp708.621, mengalami pertumbuhan 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar Rp1.554.873, mengalami penurunan 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Pelalawan menempati peringkat ke-3 dalam pengeluaran bukan makanan dan peringkat ke-5 dalam pengeluaran makanan plus bukan makanan di provinsi Riau. Pengeluaran makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar Rp846.251, mengalami pertumbuhan 15,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi pertumbuhan tertinggi di antara kabupaten/kota seprovinsi Riau untuk kategori ini.
Kabupaten Indragiri Hulu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2024 sebesar Rp704.832, mengalami pertumbuhan 23,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi pertumbuhan tertinggi di provinsi Riau untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar Rp1.477.660, mengalami penurunan 8,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Indragiri Hulu menempati peringkat ke-4 dalam pengeluaran bukan makanan dan peringkat ke-6 dalam pengeluaran makanan plus bukan makanan di provinsi Riau. Pengeluaran makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar Rp772.828, mengalami pertumbuhan 23,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi pertumbuhan tertinggi kedua di provinsi Riau untuk kategori pengeluaran makanan.