Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kabupaten Way Kanan tahun 2024 mencapai 42759 rupiah, mengalami penurunan sebesar 10.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini merupakan bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di kabupaten ini yang sebesar 169819 rupiah. Penurunan ini terjadi setelah pengeluaran sabun mandi di kabupaten ini mengalami kenaikan berturut-turut selama lima tahun sebelumnya.
Dari tahun 2018 hingga 2023, pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Way Kanan terus meningkat dengan laju pertumbuhan yang bervariasi. Tahun 2018, pengeluaran mencapai 34152 rupiah, lalu naik sebesar 11.4% menjadi 38048 rupiah pada tahun 2019, naik sebesar 9.1% menjadi 41505 rupiah pada tahun 2020, sedikit turun sebesar 0.6% menjadi 41256 rupiah pada tahun 2021, naik sebesar 5.5% menjadi 43540 rupiah pada tahun 2022, dan naik sebesar 9.9% menjadi 47867 rupiah pada tahun 2023 yang merupakan pengeluaran tertinggi selama tujuh tahun. Tahun 2024, pengeluaran turun kembali ke level di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar 44221 rupiah.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Perusahaan Periode 2013-2024)
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Lampung tahun 2024, Kabupaten Way Kanan menempati peringkat ke-15 dari total 15 wilayah untuk pengeluaran sabun mandi. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di Lampung tahun 2024 adalah Kota Bandar Lampung (76319 rupiah, penurunan 9.9% dari tahun sebelumnya), Kota Metro (65440 rupiah, kenaikan 8.3%), Kabupaten Pesisir Barat (56597 rupiah, kenaikan 11%), Kabupaten Tulang Bawang (50895 rupiah, kenaikan 17.6%), dan Kabupaten Lampung Barat (50057 rupiah, kenaikan 6.1%). Sebagian besar dari lima wilayah ini mengalami kenaikan pengeluaran kecuali Kota Bandar Lampung yang juga mengalami penurunan.
Berdasarkan data BPS, pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Way Kanan tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (31831 rupiah) dan perawatan (38961 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kabupaten ini tahun 2024 mencapai 503497 rupiah, menempati peringkat ke-7 di Lampung, dengan pertumbuhan sebesar 18.5% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai 1187972 rupiah, menempati peringkat ke-4 di Lampung, dengan penurunan sebesar 4.3% dari tahun sebelumnya.
Kota Bandar Lampung
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Bandar Lampung tahun 2024 mencapai 1776286 rupiah, menempati peringkat pertama di provinsi Lampung. Angka ini mengalami penurunan sebesar 22.3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2285987 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kota ini tahun 2024 adalah 975428 rupiah, dengan pertumbuhan 6.3% dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat pertama di Lampung. Untuk pengeluaran makanan, Kota Bandar Lampung mencapai 800857 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 3.5% dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat kedua di provinsi setelah Kabupaten Pesisir Barat. Pengeluaran untuk sabun mandi di kota ini tahun 2024 adalah 76319 rupiah, turun sebesar 9.9% dari tahun sebelumnya, dan tetap menjadi kabupaten/kota dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di Lampung.
(Baca: Youtuber Terpopuler Bulan Ini 17 Jan 2026)
Kota Metro
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Metro tahun 2024 adalah 1636983 rupiah, menempati peringkat kedua di provinsi Lampung. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1.8% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1607548 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kota ini tahun 2024 adalah 852148 rupiah, dengan pertumbuhan 0.8% dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat kedua di Lampung. Untuk pengeluaran makanan, Kota Metro mencapai 784835 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 15.2% dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ketiga di provinsi. Pengeluaran untuk sabun mandi di kota ini tahun 2024 adalah 65440 rupiah, naik sebesar 8.3% dari tahun sebelumnya, dan tetap menjadi kabupaten/kota dengan pengeluaran sabun mandi kedua tertinggi di Lampung.
Kabupaten Pesisir Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Pesisir Barat tahun 2024 adalah 1436836 rupiah, menempati peringkat ketiga di provinsi Lampung. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12.8% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1273883 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kabupaten ini tahun 2024 adalah 614720 rupiah, dengan pertumbuhan 46.2% dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ketiga di Lampung. Untuk pengeluaran makanan, Kabupaten Pesisir Barat mencapai 822116 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 51.2% dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat pertama di provinsi. Pengeluaran untuk sabun mandi di kabupaten ini tahun 2024 adalah 56597 rupiah, naik sebesar 11% dari tahun sebelumnya, dan tetap menjadi kabupaten/kota dengan pengeluaran sabun mandi ketiga tertinggi di Lampung.
Kabupaten Way Kanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Way Kanan tahun 2024 adalah 1187972 rupiah, menempati peringkat keempat di provinsi Lampung. Angka ini mengalami penurunan sebesar 4.3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1241089 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kabupaten ini tahun 2024 adalah 503497 rupiah, dengan pertumbuhan 18.5% dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ketujuh di Lampung. Untuk pengeluaran makanan, Kabupaten Way Kanan mencapai 684475 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 15.9% dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat kelima di provinsi. Pengeluaran untuk sabun mandi di kabupaten ini tahun 2024 adalah 42759 rupiah, turun sebesar 10.7% dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ke-15 di provinsi Lampung.