- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Somalia pada tahun 2024 mencapai 0.4 unit, menunjukkan kenaikan dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 0.383 unit dan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 0.372 unit. Tiga tahun terakhir mengalami kondisi yang bervariasi: tahun 2021 tumbuh tinggi, 2022 mengalami penurunan, dan 2023 stagnan, sehingga 2024 menjadi tahun pertama setelah dua tahun yang sulit dengan pertumbuhan positif yang signifikan.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Somalia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Papua Barat | 2025)
Pada periode 10 tahun terakhir (2015-2024), pertumbuhan PDB PPP Somalia menunjukkan fluktuasi yang jelas: tahun 2015 tumbuh 0.68%, 2016 naik tajam 8.14%, 2017 stagnan 0.31%, 2018 tumbuh 2.5%, 2019 tumbuh 6.4%, 2020 tumbuh 2.01%, 2021 mencapai pertumbuhan tertinggi sepanjang periode sebesar 10.67%, 2022 mengalami kontraksi (penurunan nilai PDB PPP dibanding tahun sebelumnya) turun 2.28%, 2023 stagnan dengan pertumbuhan -0.26%, dan 2024 kembali tumbuh 3.91%. Anomali terjadi pada tahun 2021, di mana pertumbuhan jauh melebihi rata-rata 10 tahun sebesar 3.23%, dikarenakan pemulihan ekonomi yang cepat setelah krisis sosial dan politik sebelumnya.
Secara peringkat regional di Afrika, Somalia tetap berada di peringkat 50 pada tahun 2024, sama dengan posisi tahun sebelumnya. Dibandingkan dengan negara dengan pertumbuhan terbaik dalam tiga tahun terakhir, Sierra Leone yang berada di peringkat 1 dengan pertumbuhan PDB PPP sebesar 19.19% pada tahun terakhir, Somalia masih jauh tertinggal dalam tingkat pertumbuhan dan peringkat regional.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brunei Darussalam 2015 - 2024)
Proyeksi IMF untuk 2025-2030 menunjukkan bahwa PDB PPP Somalia akan tetap stabil di 0.4 unit pada 2025, kemudian meningkat sedikit menjadi 0.409 unit pada 2026, 0.425 unit pada 2027, dan terus bertambah secara lambat hingga 0.442 unit pada 2030. Tingkat pertumbuhan proyeksi cenderung rendah: 0.25% pada 2025, 2.25% pada 2026, mencapai puncak 3.91% pada 2027, kemudian menurun menjadi 1.15% pada 2029 dan 0.45% pada 2030. Proyeksi ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Somalia akan mengalami perbaikan yang sangat lambat, tanpa peningkatan signifikan dibandingkan data terakhir tahun 2024.
Kontraksi pada tahun 2022 turun 2.28% merupakan penurunan pertama dalam lima tahun berturut-turut (2017-2021) pertumbuhan positif. Kontraksi ini terjadi karena gangguan pasokan barang dan jasa serta ketidakstabilan politik yang berdampak pada aktivitas ekonomi nasional, sehingga nilai PDB PPP turun dari 0.39 unit di 2021 ke 0.38 unit di 2022. Setelah itu, tahun 2023 mengalami stagnasi dengan pertumbuhan negatif kecil sebelum kembali menunjukkan pertumbuhan positif pada tahun 2024.