Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Lampung Timur tahun 2024 mencapai 13,19 persen, sedikit turun dari 13,8 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga sedikit turun menjadi 142.700 orang, dari 148.260 orang tahun lalu. Jumlah penduduk kabupaten ini naik sedikit menjadi 1.118.440 jiwa, dengan pertumbuhan 0,89 persen. Ranking persentase kemiskinan kabupaten ini berada di urutan 141 se-Indonesia dan 32 di Pulau Sumatera.
(Baca: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Laptop Desa Periode 2013-2024)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2004 sebesar 28,31 persen, dan terendah di tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di 2008 turun 14,19 persen, dan tertinggi di 2005 sebesar 5,46 persen. Persentase kemiskinan tahun 2024 lebih rendah dari rata-rata 3 tahun terakhir (13,66 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (14,13 persen). Ranking se-Indonesia kabupaten ini bergeser dari urutan 83 di 2004 ke 141 di 2024, artinya lebih banyak kabupaten lain yang memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Lampung, persentase kemiskinan Lampung Timur (13,19 persen) lebih tinggi daripada Pesawaran (11,86 persen), Pesisir Barat (12,64 persen), dan Lampung Selatan (12,57 persen), namun lebih rendah daripada Lampung Utara (16,92 persen). Jumlah penduduk miskin Lampung Timur juga lebih banyak daripada ketiga kabupaten lain kecuali Lampung Selatan.
Kabupaten Lampung Selatan
Ranking persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 152, dengan angka 12,57 persen tahun 2024, sedikit turun dengan pertumbuhan -1,72 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 132.380 orang, dari total penduduk 1.109.649 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 53,89 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 528,23 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk kabupaten ini sebesar 1,33 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan Lampung Timur.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Toraja Utara 2,44%)
Kabupaten Lampung Utara
Ranking persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 77, dengan angka 16,92 persen tahun 2024, sedikit turun dengan pertumbuhan -1,46 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 105.910 orang, dari total penduduk 672.594 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 48,21 juta rupiah per tahun, dan garis kemiskinan 544,99 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,46 persen, lebih tinggi dari Lampung Timur.
Kabupaten Pesisir Barat
Ranking persentase kemiskinan se-Indonesia di urutan 150, dengan angka 12,64 persen tahun 2024, turun cukup signifikan dengan pertumbuhan -6,3 persen. Jumlah penduduk miskin 20.220 orang, dari total penduduk 175.769 jiwa. Pendapatan per kapita terendah di antara keempat kabupaten ini, yaitu 35,62 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan tertinggi sebesar 566,04 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk sebesar 2,64 persen, jauh lebih tinggi dari Lampung Timur.
Kabupaten Pesawaran
Ranking persentase kemiskinan se-Indonesia di urutan 179, dengan angka terendah di antara keempat kabupaten yaitu 11,86 persen tahun 2024, turun dengan pertumbuhan -7,99 persen. Jumlah penduduk miskin 55.010 orang, dari total penduduk 494.183 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 43,31 juta rupiah per tahun, dan garis kemiskinan 524,59 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,75 persen, lebih tinggi dari Lampung Timur.