Data per Maret 2025, persentase penduduk miskin di perkotaan di Sulawesi Selatan tercatat 5,14% turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 5,08%. Sebelumnya, Sulawesi Selatan pernah mencatatkan persentase dengan angka tertinggi pada September 2013 sebesar 5,23%. Sedangkan rata-rata dalam empat tahun terakhir yakni sebesar 0,57%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Karang Asem 2018 - 2024)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata persentase penduduk miskin di perkotaan untuk 10 provinsi teratas data per Maret 2025 adalah 6,68%.
Persentase penduduk miskin di perkotaan tersebut naik 0,33% dibandingkan semester sebelumnya.
Papua Pegunungan berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di perkotaan sebanyak 13%. Perkembangan data semesteran di wilayah ini naik 0,89% dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya.
(Baca: Harga Cabai Merah di Kalimantan Timur Rp.132,6 Ribu per Kg (Jumat, 23 Januari 2026))
Menyusul di urutan berikutnya adalah Bengkulu. persentase penduduk miskin di perkotaan di provinsi ini dilaporkan 12,34%. Adapun untuk periode sebelumnya tercatat sebanyak 12,32%.
Berikutnya, persentase penduduk miskin di perkotaan di Nusa Tenggara Barat tercatat di angka 12,02%, DI Yogyakarta dengan persentase penduduk miskin di perkotaan 10,16% dan persentase penduduk miskin di perkotaan di Jambi tercatat di angka 9,52%
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan persentase penduduk miskin di perkotaan dengan persentase tertinggi:
- Papua Pegunungan 13 %
- Bengkulu 12,34 %
- Nusa Tenggara Barat 12,02 %
- DI Yogyakarta 10,16 %
- Jambi 9,52 %
- Papua Barat 9,22 %
- Sumatera Selatan 9,1 %
- Jawa Tengah 9,1 %
- Papua Barat Daya 8,98 %
- Aceh 8,54 %