Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran perkapita seminggu untuk kelompok tomat sayur dan tomat ceri di Kota Batu, Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai 626 Rupiah per kapita per minggu. Pada tahun ini tercatat penurunan sebesar 14,36 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih nilai sebesar 105 Rupiah per kapita per minggu. Selama periode 2018 hingga 2025, data menunjukkan tren kenaikan secara keseluruhan dengan pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 4,73 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan peningkatan 64,59 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2019 sebesar 15,23 persen.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2015 - 2024)
Rata-rata pertumbuhan pengeluaran tomat selama 3 tahun terakhir mencapai 11,87 persen, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 8,85 persen. Nilai pengeluaran tahun 2025 berada di atas rata-rata seluruh periode yang tercatat sebesar 516,55 Rupiah per kapita per minggu. Dalam catatan historis, nilai tertinggi pengeluaran tercatat pada tahun 2024 sebesar 731 Rupiah per kapita per minggu, sedangkan nilai terendah terjadi pada tahun 2019 yaitu 384 Rupiah per kapita per minggu. Pada tahun 2025, Kota Batu berada pada peringkat 30 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 202 secara nasional.
Sepanjang 8 tahun periode pencatatan, terjadi 4 kali periode kenaikan nilai pengeluaran dan 3 kali periode penurunan. Fluktuasi nilai terjadi dengan variasi yang cukup signifikan, dimana pada satu periode dapat terjadi peningkatan hampir 65 persen kemudian diikuti penurunan sekitar 14 persen pada periode berikutnya. Standar deviasi sebesar 111,32 menunjukkan sebaran nilai pengeluaran antar tahun cukup jauh dari nilai rata-rata periode. Secara keseluruhan total peningkatan nilai pengeluaran dari tahun pertama hingga tahun terakhir mencapai 38,19 persen.
Kabupaten Jombang
Kabupaten Jombang menempati peringkat 28 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 200 secara nasional untuk indikator pengeluaran tomat tahun 2025. Nilai pengeluaran perkapita seminggu di wilayah ini tercatat sebesar 629 Rupiah per kapita per minggu, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kota Batu. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 24,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih penurunan sebesar 199 Rupiah per kapita per minggu. Nilai pengeluaran Jombang berada sedikit di atas rata-rata wilayah sekitarnya pada tahun pencatatan yang sama, menjadi urutan tertinggi pada kelompok perbandingan nilai ini.
Kabupaten Nganjuk
Kabupaten Nganjuk berada pada peringkat 29 di Pulau Jawa dan peringkat 201 secara nasional untuk indikator pengeluaran tomat tahun 2025. Nilai pengeluaran perkapita seminggu di wilayah ini mencapai 628 Rupiah per kapita per minggu, hanya selisih 1 Rupiah dibandingkan Kabupaten Jombang. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 18,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 142 Rupiah per kapita per minggu. Peringkat Nganjuk hanya satu tingkat di bawah Jombang dan satu tingkat di atas Kota Batu pada daftar peringkat nasional tahun 2025.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Tengah 2018 - 2024)
Kota Cilegon
Kota Cilegon menempati peringkat 30 di Pulau Jawa dan peringkat 202 secara nasional, posisi yang sama persis dengan Kota Batu pada tahun 2025. Nilai pengeluaran perkapita seminggu untuk tomat di wilayah ini tercatat tepat sama dengan Kota Batu yaitu 626 Rupiah per kapita per minggu. Berbeda dengan kedua wilayah sebelumnya, Kota Cilegon justru mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peningkatan nilai sebesar 24 Rupiah per kapita per minggu. Ini menjadikan Cilegon satu-satunya wilayah dalam kelompok perbandingan yang mengalami pertumbuhan positif pada tahun tersebut.
Kabupaten Kepulauan Yapen
Kabupaten Kepulauan Yapen merupakan satu-satunya wilayah di luar Pulau Jawa dalam kelompok perbandingan, menempati peringkat 24 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 204 secara nasional. Nilai pengeluaran perkapita seminggu untuk tomat di wilayah ini tercatat sebesar 625 Rupiah per kapita per minggu, sedikit lebih rendah dibandingkan Kota Batu. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 6,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih penurunan sebesar 47 Rupiah per kapita per minggu. Meskipun berasal dari pulau berbeda, nilai pengeluaran wilayah ini hampir sama dengan seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan.
Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Sukabumi menempati peringkat 32 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 204 secara nasional untuk indikator pengeluaran tomat tahun 2025. Nilai pengeluaran perkapita seminggu di wilayah ini tercatat sama dengan Kabupaten Kepulauan Yapen yaitu 625 Rupiah per kapita per minggu. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih penurunan sebesar 35 Rupiah per kapita per minggu. Peringkat wilayah ini merupakan yang terendah diantara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan untuk kategori wilayah Pulau Jawa tahun 2025.