Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB ADHB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Provinsi Lampung untuk kuartal I 2026 sebesar 2302,87 Rp miliar. Nilai ini merupakan rekor tertinggi sepanjang periode pencatatan sejak kuartal I 2010, tumbuh 1,75% dibandingkan kuartal sebelumnya. Sepanjang 65 periode pencatatan, sektor ini mencatatkan 52 kali kenaikan nilai, 12 kali penurunan, dan tidak pernah mengalami kondisi stagnan. Rata-rata pertumbuhan seluruh periode mencapai 2,86% per kuartal.
(Baca: Statistik Jumlah Angkatan Kerja Periode 2013-2025)
Perkembangan 3 kuartal terakhir mencatatkan rata-rata pertumbuhan 2,47%, lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir yang mencapai 3,53%. Selama 5 kuartal terakhir, posisi ranking Lampung di wilayah Pulau Sumatera tetap konsisten berada di peringkat 3, sementara ranking nasional stabil di posisi 12. Penurunan terbesar dalam sejarah terjadi pada kuartal II 2020 sebesar 10,44%, sedangkan kenaikan tertinggi tercatat pada kuartal III 2018 dengan pertumbuhan 11,10%.
Pada kuartal terakhir, Lampung menempati posisi kedua tertinggi di Pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan yang mencatatkan nilai 3928,02 Rp miliar. Sementara itu Kepulauan Riau berada di peringkat 4 wilayah Sumatera dengan nilai 1787,93 Rp miliar. Secara nasional, Lampung berada di atas posisi Kalimantan Barat, Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Pertumbuhan Lampung kuartal terakhir juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 provinsi terdekat dalam pulau.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat pertama wilayah Sumatera dan peringkat 9 nasional untuk sektor ini pada kuartal terakhir, dengan nilai total 3928,02 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sedikit turun 0,22% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadikannya satu-satunya provinsi di daftar perbandingan yang mengalami penurunan nilai pada periode ini. Meskipun mengalami penurunan kecil, nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum Sumatera Selatan masih tetap 1,7 kali lipat lebih besar dibandingkan nilai Lampung pada periode yang sama.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur mencatatkan nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum sebesar 3084,80 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati peringkat pertama wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 10 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 1,95% dibandingkan periode sebelumnya, pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir Lampung. Nilai wilayah ini masih berada di atas Lampung, dengan selisih sekitar 782 Rp miliar pada kuartal laporan.
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan berada di peringkat pertama wilayah Sulawesi dan peringkat 11 nasional, dengan nilai PDRB sektor ini sebesar 2787,50 Rp miliar. Pertumbuhan periode tercatat turun 0,73%, penurunan sedikit yang menjadikan jarak nilai dengan Lampung semakin menyempit hanya sebesar 484,63 Rp miliar. Sebelumnya selama 6 kuartal berturut-turut jarak kedua wilayah ini selalu berada di atas 600 Rp miliar, menunjukkan peningkatan performa Lampung yang signifikan dalam periode terbaru.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat kedua wilayah Kalimantan dan peringkat 13 nasional, dengan nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum sebesar 1889,63 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi dalam daftar perbandingan yaitu sebesar 7,30% pada kuartal terakhir. Meskipun mencatatkan pertumbuhan sangat tinggi, nilai total wilayah ini masih berada 413,24 Rp miliar di bawah nilai Lampung pada periode yang sama.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat 4 wilayah Sumatera dan peringkat 14 nasional, dengan nilai PDRB sektor ini sebesar 1787,93 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 2,30% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadikan selisih nilai dengan Lampung melebar menjadi 514,94 Rp miliar. Selama 5 kuartal terakhir, peringkat Kepulauan Riau selalu berada di bawah Lampung baik di tingkat pulau maupun nasional.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat 3 wilayah Kalimantan dan peringkat 15 nasional, dengan nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum sebesar 1692,38 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,99% pada kuartal terakhir. Nilai total wilayah ini merupakan yang terendah dari seluruh daftar provinsi perbandingan, berada 610,49 Rp miliar di bawah catatan nilai Lampung pada periode laporan kuartal I 2026.