Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Probolinggo tahun 2025 sebesar 16,31 persen. Nilai ini turun sedikit dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 16,45 persen, dengan pertumbuhan minus 0,85 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini tercatat 196.260 jiwa, turun sebanyak 850 jiwa dari catatan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Simalungun | 2004 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2008 sebesar 30,13 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 9,88 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2022 sebesar minus 9,47 persen. Saat ini wilayah ini menempati urutan ke 69 tingkat nasional dari total 514 kabupaten kota.
Dari 6 kabupaten tetangga di Jawa Timur dengan tingkat kemiskinan berdekatan, Kabupaten Probolinggo berada di posisi tengah. Satu satunya wilayah yang mencatat penurunan persentase kemiskinan lebih besar adalah Kabupaten Sumenep dengan penurunan sebesar 4,27 persen.
Kabupaten Bangkalan
Berada di urutan 57 tingkat nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 18,25 persen dengan penurunan sebesar 2,20 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 187.900 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 566,28 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat saat ini mencapai 27,59 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 5,84 persen.
Kabupaten Ngawi
Urutan 105 tingkat nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase penduduk miskin, dengan nilai tercatat 13,62 persen. Terjadi penurunan 1,38 persen pada tahun terakhir, jumlah penduduk miskin berada di angka 114.900 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 459,55 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat tercatat 31,28 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,58 persen.
Kabupaten Pacitan
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kota Salatiga 2024)
Menempati urutan 124 tingkat nasional, persentase penduduk miskin disini tercatat 12,97 persen dengan penurunan 0,84 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin sebesar 72.470 jiwa, menjadi jumlah paling kecil dibanding seluruh wilayah dalam daftar perbandingan ini. Garis kemiskinan sebesar 386,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 38,22 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sampang
Urutan 50 tingkat nasional menjadikan wilayah ini memiliki persentase kemiskinan paling tinggi diantara daftar perbandingan, dengan nilai 20,61 persen. Penurunan persentase kemiskinan tahun lalu tercatat sebesar 1,06 persen, dengan jumlah penduduk miskin 213.980 jiwa. Garis kemiskinan disini sebesar 504,56 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 25,53 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sumenep
Berada di urutan 63 tingkat nasional, persentase penduduk miskin tercatat 17,02 persen dengan penurunan terbesar diantara seluruh wilayah perbandingan sebesar 4,27 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 188.480 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 521,37 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat saat ini mencapai 42,09 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tuban
Menempati urutan 96 tingkat nasional untuk indikator persentase penduduk miskin, wilayah ini mencatat nilai 14,13 persen dengan penurunan 1,60 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 168.860 jiwa, garis kemiskinan sebesar 504,82 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 75,15 juta rupiah per tahun, menjadi nilai tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan.