Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 6,91 persen, turun 10,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin saat ini berjumlah 61.120 jiwa, berkurang sebanyak 6.930 jiwa dari catatan tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kota Salatiga 2024)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 17,94 persen pada tahun 2004. Catatan tahun 2025 merupakan angka persentase kemiskinan terendah sepanjang sejarah data yang tercatat. Rata-rata persentase 3 tahun terakhir berada di angka 7,50 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di 8,21 persen.
Peringkat persentase kemiskinan Kabupaten Simalungun secara nasional saat ini berada di urutan 331 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Sejak tahun 2004, peringkat wilayah ini terus bergeser semakin rendah urutannya, yang menunjukkan penurunan angka kemiskinan lebih lambat dibandingkan kabupaten lain secara nasional.
Kabupaten Dairi
Berada di peringkat 328 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka kemiskinan 6,98 persen dengan penurunan sedikit 1,69 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita penduduk mencapai 40,48 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 5,42 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 521,74 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 20.050 jiwa.
Kabupaten Karo
Peringkat 343 secara nasional, angka persentase kemiskinan berada di 6,66 persen dengan penurunan 9,63 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin berjumlah 30.670 jiwa, pendapatan per kapita mencapai 70,51 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 678,89 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi yang tertinggi diantara kelompok kabupaten perbandingan ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pulau Taliabu Periode 2015 - 2025)
Kabupaten Labuhan Batu Selatan
Menempati peringkat 336 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,80 persen dengan penurunan sebesar 12,03 persen. Pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 134,91 juta rupiah per tahun, berada di peringkat 58 nasional dan menjadi yang tertinggi dari seluruh kabupaten dalam daftar perbandingan. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 550,14 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Pakpak Bharat
Dengan peringkat 356 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,40 persen dengan penurunan 6,84 persen pada tahun terakhir. Hanya ada 3.530 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, jumlah paling sedikit dibandingkan seluruh kabupaten perbandingan. Pendapatan per kapita penduduk hanya mencapai 32,70 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 426,57 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Toba Samosir
Berada di peringkat 318 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 7,21 persen dengan penurunan 10,66 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin berjumlah 13.460 jiwa, pendapatan per kapita penduduk mencapai 49,33 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 549,56 ribu rupiah per kapita per bulan untuk wilayah ini.
Kabupaten Asahan
Peringkat 320 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,18 persen dengan penurunan 11,58 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.570 jiwa, menjadi jumlah terbesar kedua setelah Kabupaten Simalungun di kelompok ini. Pendapatan per kapita penduduk mencapai 76,58 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 469,56 ribu rupiah per kapita per bulan.