Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Simalungun periode semester 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 6,91 persen, turun 0,81 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk miskin mencapai 61.120 jiwa, turun sebesar 10,18 persen dibandingkan jumlah pada tahun 2024.
(Baca: Harga Beras Kualitas Bawah II di Papua Paling Mahal di Indonesia (Kamis, 4 Juni 2026))
Sepanjang catatan 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi di wilayah ini tercatat pada tahun 2004 sebesar 17,94 persen. Nilai 6,91 persen tahun 2025 menjadi catatan persentase terendah selama 21 tahun data tercatat. Posisi ranking kemiskinan Kabupaten Simalungun berada di urutan 331 dari seluruh 514 kabupaten kota di Indonesia.
Tercatat penurunan angka kemiskinan tahun 2025 mencapai 10,49 persen, menjadi penurunan paling dalam dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 7,5 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 8,21 persen. Posisi ranking nasional wilayah ini bergeser 8 urutan lebih rendah dibandingkan tahun 2023.
Kabupaten Dairi
Berada di urutan 328 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,98 persen dengan penurunan sedikit sebesar 1,69 persen pada tahun terakhir. Total penduduk miskin mencapai 20.050 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 521,74 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 40,48 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,42 persen.
Kabupaten Karo
Persentase kemiskinan sebesar 6,66 persen menempatkan wilayah ini di urutan 343 secara nasional, dengan penurunan sebesar 9,63 persen pada tahun terakhir. Tercatat 30.670 jiwa masuk kategori penduduk miskin, garis kemiskinan berada di angka 678,89 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 70,51 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Maros | 2004 - 2025)
Kabupaten Labuhan Batu Selatan
Pada urutan 336 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,8 persen dengan penurunan 12,03 persen menjadi penurunan terbesar dibandingkan seluruh kabupaten tetangga dalam daftar ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 26.120 jiwa, garis kemiskinan 550,14 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita menjadi yang tertinggi yakni 134,91 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pakpak Bharat
Menduduki urutan 356 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,4 persen dengan penurunan 6,84 persen pada periode laporan terakhir. Hanya tercatat 3.530 jiwa penduduk miskin, menjadi jumlah terkecil dibandingkan seluruh kabupaten pembanding. Garis kemiskinan berada pada 426,57 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 32,70 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Toba Samosir
Persentase kemiskinan 7,21 persen menempatkan wilayah ini pada urutan 318 secara nasional, dengan penurunan sebesar 10,66 persen pada tahun laporan. Total penduduk miskin tercatat 13.460 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 549,56 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 49,33 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Asahan
Berada pada urutan 320 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,18 persen dengan penurunan 11,58 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.570 jiwa, menjadi jumlah terbesar kedua setelah Kabupaten Simalungun dari seluruh daftar pembanding. Garis kemiskinan tercatat 469,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 76,58 juta rupiah per tahun.