Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB Harga Berlaku Konsumsi Pemerintah Provinsi Bali pada kuartal I tahun 2026 tercatat sebesar 6896,83 Rp miliar. Dari data historis sejak kuartal I 2010, nilai indikator ini menunjukkan tren naik secara jangka panjang dengan total peningkatan mencapai 583,03% selama 16 tahun periode pengamatan. Pada kuartal terakhir ini, nilai PDRB konsumsi pemerintah Bali berada di atas rata-rata historis sebesar 5513,20 Rp miliar.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 273,2 Pound (Jumat, 26 Juni 2026))
Untuk periode 3 kuartal terakhir, rata-rata pertumbuhan PDRB konsumsi pemerintah Bali tercatat sebesar 2,20%, sedangkan rata-rata pertumbuhan 5 kuartal terakhir justru tercatat negatif turun 0,37%. Kondisi ini menunjukkan 3 kuartal terakhir mengalami performa pertumbuhan yang jauh lebih baik dibandingkan 5 periode kuartal sebelumnya. Sepanjang sejarah data, nilai tertinggi pernah tercatat pada kuartal IV 2025 sebesar 10735,21 Rp miliar, sedangkan nilai terendah tercatat pada periode awal pengamatan kuartal I 2010 sebesar 1009,74 Rp miliar.
Pada kuartal I 2026, PDRB konsumsi pemerintah Bali menempati peringkat 1 di wilayah pulau Nusa Tenggara dan Bali, serta berada pada peringkat 17 secara nasional. Jika dibandingkan dengan provinsi lain dalam satu wilayah pulau, hanya Nusa Tenggara Barat yang masuk dalam perbandingan data dengan peringkat 2 di wilayah pulau, dengan nilai 6791,66 Rp miliar dan pertumbuhan negatif turun 4,68% pada periode yang sama.
Sumatera Barat
Provinsi Sumatera Barat menempati peringkat 14 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Sumatera untuk indikator PDRB konsumsi pemerintah pada periode yang sama. Nilai indikator ini tercatat sebesar 7726,24 Rp miliar, dengan pertumbuhan negatif turun 18,14% dibandingkan kuartal sebelumnya. Nilai ini masih berada di atas catatan Provinsi Bali pada kuartal I 2026, dengan selisih nilai mencapai 829,41 Rp miliar, meskipun mengalami kontraksi pertumbuhan yang jauh lebih dalam dibandingkan kondisi di Bali.
Lampung
Lampung mencatat nilai PDRB konsumsi pemerintah sebesar 7610,77 Rp miliar, berada pada peringkat 15 nasional dan peringkat 6 di wilayah Pulau Sumatera. Pertumbuhan indikator ini tercatat negatif turun 30,55% dibandingkan periode kuartal sebelumnya, merupakan penurunan terbesar diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan. Meskipun masih memiliki nilai absolut yang lebih tinggi dari Bali, performa pertumbuhan Lampung menunjukkan kontraksi yang jauh lebih parah pada kuartal ini.
Kalimantan Selatan
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Turun Empat Hari Berurutan)
Kalimantan Selatan menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 16 secara nasional, dengan nilai PDRB konsumsi pemerintah tercatat sebesar 7142,37 Rp miliar. Pertumbuhan indikator ini tercatat turun 28,26% pada kuartal terakhir, mengalami penurunan yang cukup dalam meskipun masih sedikit lebih baik dibandingkan performa Lampung. Nilai ini berada 245,54 Rp miliar di atas nilai yang dicatatkan oleh Provinsi Bali pada periode pengamatan yang sama.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat merupakan satu-satunya provinsi lain dari wilayah Nusa Tenggara dan Bali yang masuk dalam data perbandingan, menempati peringkat 2 di wilayah pulau dan peringkat 18 secara nasional. Nilai PDRB konsumsi pemerintah provinsi ini tercatat sebesar 6791,66 Rp miliar, hanya sedikit berada di bawah nilai Bali dengan selisih 105,17 Rp miliar. Pertumbuhan indikator ini tercatat negatif turun 4,68%, merupakan penurunan terkecil diantara seluruh provinsi dalam daftar perbandingan.
Papua
Provinsi Papua menempati peringkat 1 di wilayahnya sendiri dan peringkat 19 secara nasional untuk indikator PDRB konsumsi pemerintah pada kuartal I 2026. Nilai indikator ini tercatat sebesar 6720,63 Rp miliar, dengan pertumbuhan negatif turun 14,61% dibandingkan kuartal sebelumnya. Nilai ini berada 176,2 Rp miliar di bawah catatan Provinsi Bali, menjadikan Bali memiliki nilai absolut yang lebih tinggi dibandingkan Papua pada periode pengamatan ini.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah mencatat nilai PDRB konsumsi pemerintah sebesar 6333,74 Rp miliar, menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 20 secara nasional. Pertumbuhan indikator ini tercatat negatif turun 24,84% pada kuartal terakhir, mengalami kontraksi yang cukup dalam. Nilai ini merupakan yang terendah diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan, berada 563,09 Rp miliar di bawah nilai yang dicatatkan oleh Provinsi Bali.