Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan semester 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 8,90 persen, turun sebesar 0,42 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 32.670 jiwa, turun 1.330 jiwa atau sebesar 3,91 persen dibandingkan 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kota Salatiga 2024)
Dari catatan historis 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Maros pernah mencapai titik tertinggi sebesar 20,63 persen pada 2004. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Sepanjang periode, angka sempat sedikit naik pada 2013 dan 2023 sebelum kembali turun secara konsisten hingga tahun ini.
Kabupaten Maros saat ini menempati urutan 250 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Selama 21 tahun tercatat peringkat nasional wilayah ini bergeser mulai dari urutan 159 pada 2004, sempat turun ke urutan 290 pada 2021 sebelum kembali membaik menjadi urutan 250 pada tahun ini.
Berikut perbandingan dengan kabupaten lain di Sulawesi Selatan yang memiliki nilai persentase kemiskinan berdekatan:
Kabupaten Bantaeng
Berada di urutan 300 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 7,68 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.740 jiwa, turun 6,71 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan wilayah ini berada di 453,17 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 68,61 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Barru
Peringkat 289 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai 8,00 persen. Tercatat 14.130 jiwa penduduk masuk kategori miskin, dengan penurunan sebesar 3,73 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada pada 426,79 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 56,39 juta rupiah per tahun.
(Baca: Harga Bawang Putih Ukuran sedang di Pasar Modern Sumatera Selatan Hari Ini Turun ke Rp48,4 Ribu per Kg, Update 03 Juni 2026)
Kabupaten Bone
Menempati urutan 246 nasional dengan persentase kemiskinan 9,13 persen. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin terbesar di kelompok ini yaitu 69.730 jiwa, dengan penurunan 4,70 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 452,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 64,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pinrang
Peringkat 274 nasional dengan persentase kemiskinan tercatat 8,38 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 32.520 jiwa, mengalami penurunan sebesar 1,99 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan wilayah ini berada pada 426,62 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 66,89 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tana Toraja
Berada di urutan 191 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 10,54 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 25.820 jiwa, mengalami penurunan 1,83 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada di 435,96 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 36,98 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Toraja Utara
Menempati peringkat 220 nasional dengan persentase kemiskinan 10,05 persen. Tercatat 24.480 jiwa penduduk masuk kategori miskin, dengan penurunan sebesar 6,34 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan wilayah ini berada pada 435,31 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 50,63 juta rupiah per tahun.