Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Kota Salatiga pada tahun 2024 mencapai 204.174 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,13 persen. Dari jumlah tersebut, penduduk laki-laki berjumlah 99.973 jiwa sedangkan penduduk perempuan berjumlah 104.201 jiwa. Artinya, penduduk perempuan sedikit lebih banyak dibandingkan penduduk laki-laki di Kota Salatiga tahun ini.
(Baca: Update 2024: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Wonogiri Rp.37,72 Juta)
BPS juga membagi penduduk Kota Salatiga menjadi tiga kelompok usia utama, yaitu usia anak (0-14 tahun), usia produktif (15-59 tahun), dan usia lanjut (>60 tahun). Kelompok usia produktif menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 137.262 jiwa, yang terdiri dari 67.647 jiwa penduduk laki-laki dan 69.615 jiwa penduduk perempuan. Persentase penduduk usia produktif terhadap total penduduk mencapai 67 persen, di mana 33 persen di antaranya adalah laki-laki dan 34 persen adalah perempuan.
Jika dilihat dari pembagian kelompok umur yang lebih rinci, kelompok usia 20-24 tahun menjadi kelompok dengan jumlah penduduk terbanyak di Kota Salatiga tahun 2024, yaitu sebesar 19.337 jiwa. Sebaliknya, kelompok usia 70-74 tahun menjadi kelompok dengan jumlah penduduk paling sedikit, yaitu hanya 5.011 jiwa. Perbedaan jumlah yang signifikan ini menunjukkan bahwa Kota Salatiga masih memiliki populasi muda yang cukup besar.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Tenggara 2018 - 2024)
Kelompok usia anak (0-14 tahun) berjumlah 39.549 jiwa, dengan persentase sebesar 19 persen dari total penduduk. Dari jumlah tersebut, 20.069 jiwa adalah laki-laki dan 19.480 jiwa adalah perempuan. Persentase masing-masing kelompok ini terhadap total penduduk adalah 10 persen untuk laki-laki dan 10 persen untuk perempuan. Kelompok usia ini menjadi pondasi populasi masa depan Kota Salatiga, sehingga perlu diperhatikan layanan kesehatan dan pendidikan untuk mendukung perkembangannya.
Kelompok usia lanjut (>60 tahun) di Kota Salatiga tahun 2024 berjumlah 27.363 jiwa, terdiri dari 12.257 jiwa laki-laki dan 15.105 jiwa perempuan. Persentase kelompok ini terhadap total penduduk adalah 13 persen, di mana 6 persen adalah laki-laki dan 7 persen adalah perempuan. Jumlah penduduk lanjut yang cukup besar ini menunjukkan perlunya peningkatan layanan sosial dan kesehatan untuk kelompok ini, seperti fasilitas perawatan lansia dan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau.
Dominasi kelompok usia produktif menunjukkan potensi tenaga kerja yang besar untuk Kota Salatiga, namun juga perlu disertai dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan jumlah kelompok usia lanjut yang meningkat membutuhkan perencanaan sosial yang lebih matang untuk menjamin kesejahteraan lansia di kota ini. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah Kota Salatiga dalam merancang kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kondisi populasi kota.