Kota Salatiga mencatatkan total jumlah penduduk sebanyak 204.174 jiwa pada tahun 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan penduduk di Kota Salatiga sebesar 1,13 persen.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Timur 2018 - 2024)
Distribusi penduduk menurut kelompok umur menunjukkan variasi yang signifikan. Kelompok umur 20-24 tahun memiliki jumlah penduduk tertinggi, mencapai 19.337 jiwa. Sementara itu, kelompok umur 70-74 tahun memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yaitu 5.011 jiwa. Hal ini mengindikasikan struktur demografi Kota Salatiga didominasi oleh kelompok usia muda dewasa.
Dari total penduduk, jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 99.973 jiwa atau sekitar 48,96 persen dari total populasi. Sementara itu, jumlah penduduk perempuan sebanyak 104.201 jiwa atau sekitar 51,04 persen dari total populasi. Terdapat sedikit perbedaan jumlah antara penduduk laki-laki dan perempuan, dengan perempuan sedikit lebih banyak.
Penduduk usia produktif (15-59 tahun) mendominasi populasi Kota Salatiga, dengan jumlah mencapai 137.262 jiwa. Dari jumlah tersebut, 67.647 jiwa adalah laki-laki (33 persen dari total penduduk laki-laki) dan 69.615 jiwa adalah perempuan (34 persen dari total penduduk perempuan). Kelompok usia produktif ini menjadi tulang punggung ekonomi dan sosial Kota Salatiga.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kep. Riau 2018 - 2024)
Selain kelompok usia produktif, terdapat 39.549 jiwa penduduk usia 0-14 tahun (10 persen laki-laki dan 10 persen perempuan) dan 27.363 jiwa penduduk usia di atas 60 tahun (6 persen laki-laki dan 7 persen perempuan). Komposisi ini menunjukkan bahwa Kota Salatiga memiliki proporsi penduduk usia muda dan lansia yang cukup signifikan.
Distribusi penduduk berdasarkan kelompok umur juga menunjukkan detail menarik. Kelompok umur 0-4 tahun memiliki jumlah penduduk laki-laki sebanyak 6.907 jiwa dan perempuan sebanyak 6.752 jiwa. Sementara itu, kelompok umur di atas 75 tahun memiliki jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.935 jiwa dan perempuan sebanyak 4.349 jiwa. Perbedaan ini mungkin mencerminkan perbedaan harapan hidup antara laki-laki dan perempuan di Kota Salatiga.