IHSG Ditutup Melemah Setelah BI Tahan Suku Bunga (Kamis, 19 Februari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,43% ke level 8.274,08 pada penutupan perdagangan Kamis (19/2/2026).
Pelemahan terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan menahan suku bunga acuan BI-rate di level 4,75%, deposit facility tetap 3,75%, dan lending facility tetap 5,50%.
"Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, diwartakan Katadata.co.id (19/2/2026).
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor teknologi turun paling dalam 1,16%, diikuti sektor keuangan dan sektor properti yang masing-masing menyusut 1,03% dan 0,70%.
Sementara enam sektor saham lainnya menguat. Sektor barang baku naik 2,85%, diikuti sektor transportasi dan sektor energi yang masing-masing tumbuh 1,92% dan 0,82%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 3,33 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 53,30 lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp26,24 triliun.
Sebanyak 366 saham ditutup melemah hari ini, lalu 326 saham menguat, dan 127 saham stagnan.
Emiten top loser hari ini adalah SSTM yang anjlok 14,96%, diikuti ROCK dan VISI yang masing-masing terkoreksi 14,85% dan 14,79%.
Di sisi lain, emiten berkode KOCI menjadi top gainer setelah terbang 35%, diikuti BRRC yang naik 34,04% dan ASHA yang melesat 28,77%.
Berbeda dengan IHSG, mayoritas bursa kawasan Asia sore ini ditutup menguat. Indeks Nikkei naik 0,57% ke 57.467,83; indeks Hang Seng naik 0,52% ke 26.705,94; indeks Strait Times naik 1,28% ke 5.001,56; sedangkan indeks Shanghai turun 1,26% ke 4.082,07.
(Baca: IHSG Menguat Lagi Usai Libur Imlek (Rabu, 18 Februari 2026))