Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Bengkulu, pada 2024 mencapai Rp33,15 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,39% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp30,81 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,47%.
(Baca: Lima Gempa Bumi Terakhir yang Tercatat di BMKG (Minggu, 15 Februari 2026 13:14:43 WIB))
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 394,19 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp83.430 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 112.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor transportasi dan pergudangan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor transportasi dan pergudangan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp6,74 jutajuta. PDRB ini tumbuh 3,93%.
Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 3,17% menjadi Rp6,7 jutajuta, sektor jasa pendidikan dengan PDRB Rp2,67 jutajuta (5,92%).
(Baca: Lima Gempa Bumi Terakhir yang Tercatat di BMKG (Minggu, 15 Februari 2026 13:14:43 WIB))
Terakhir, PDRB di Kota Bengkulu, untuk urutan lima besar adalah pertanian, kehutanan dan perikanan dengan nilai Rp2,52 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 4,62% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp2,32 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Bengkulu pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Bengkulu ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 20,7%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor transportasi dan pergudangan, sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa pendidikan, dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pertambangan dan Penggalian.