Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total nilai investasi PMDN sektor industri kimia dan farmasi seluruh Indonesia pada 2023 mencapai Rp13,63 triliun.
Kalimantan Timur berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat jumlah nilai investasi PMDN sektor industri kimia dan farmasi sebanyak Rp6,91 triliun. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 53,67% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Bangka Barat 2016-2025)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Jawa Timur. Jumlah nilai investasi PMDN sektor industri kimia dan farmasi di provinsi ini dilaporkan Rp2,24 triliun. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah nilai investasi PMDN sektor industri kimia dan farmasi terlihat turun 38,01% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak Rp3,61 triliun.
Berikutnya, nilai investasi PMDN sektor industri kimia dan farmasi di Jawa Barat turun 44,39% menjadi Rp2,13 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMDN sektor industri kimia dan farmasi di Banten turun 0,43% menjadi Rp865,94 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan nilai investasi PMDN sektor industri kimia dan farmasi di Jawa Tengah turun 73,78% menjadi Rp305,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pulau Taliabu | 2015 - 2024)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan nilai investasi PMDN sektor industri kimia dan farmasi tertinggi pada 2023:
- Kalimantan Timur Rp6,91 juta juta
- Jawa Timur Rp2,24 juta juta
- Jawa Barat Rp2,13 juta juta
- Banten Rp865,94 miliar
- Jawa Tengah Rp305,4 miliar
- DKI Jakarta Rp245,65 miliar
- Nusa Tenggara Barat Rp181,4 miliar
- Lampung Rp127,07 miliar
- Sumatera Utara Rp107,61 miliar
- Sumatera Selatan Rp82,01 miliar