- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli Djibouti tahun 2024 tercatat di angka 82,81 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,38 persen dibanding tahun 2023, melanjutkan pola penurunan yang telah berjalan konsisten selama 10 tahun berturut-turut tanpa ada satu tahun pun tercatat pertumbuhan positif sejak 2015.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) El Salvador 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Djibouti terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Tiga tahun terakhir periode 2022 hingga 2024, Djibouti mencatat rata-rata penurunan PDB PPP sebesar 2,77 persen per tahun. Angka ini lebih buruk dibanding rata-rata penurunan lima tahun terakhir yang berada di level 2,34 persen per tahun, yang mengindikasikan laju pelemahan kondisi ekonomi justru semakin menguat dalam periode tiga tahun terbaru.
Sepanjang 10 tahun data tercatat, penurunan terparah terjadi pada tahun 2022 dengan kontraksi sebesar 6,79 persen. Kontraksi disini berarti seluruh nilai output ekonomi yang disesuaikan daya beli masyarakat mengalami penyusutan secara nyata dalam satu tahun berjalan, menjadi titik terendah kinerja ekonomi Djibouti dalam dekade ini. Penurunan terkecil tercatat tepat di tahun 2024 ini.
Peringkat PDB PPP Djibouti di wilayah Afrika terus turun secara bertahap, dari peringkat 23 tahun 2015 menjadi peringkat 26 pada tahun 2023 dan tetap bertahan di posisi 26 untuk tahun 2024. Tidak ada perbaikan posisi peringkat regional selama tiga tahun terakhir.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Somalia 2015 - 2024)
Dibandingkan negara lain di wilayah Afrika, Djibouti menjadi salah satu dari hanya 7 negara yang mencatat penurunan PDB PPP secara konsisten dalam tiga tahun terakhir. Hanya Libya yang mencatat kinerja pertumbuhan lebih buruk dibanding Djibouti pada periode yang sama.
Data proyeksi IMF menunjukkan sampai tahun 2030, tidak akan terjadi pemulihan berarti bagi ekonomi Djibouti. Nilai PDB PPP akan tetap berada di kisaran 81 hingga 82 unit, dengan fluktuasi yang berarti setiap tahun hanya terjadi perubahan kecil baik turun maupun naik kurang dari 1 persen, tanpa sinyal pertumbuhan berkelanjutan.
Dibanding kondisi 2024, proyeksi enam tahun ke depan justru menunjukkan nilai PDB PPP akan sedikit lebih rendah dibanding tahun ini. Hal ini mengkonfirmasi bahwa ekonomi Djibouti akan tetap terjebak dalam kondisi stagnan penurunan jangka panjang tanpa stimulus perubahan struktural yang signifikan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.959 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |