- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Data dari International Monetary Fund (IMF) menunjukkan PDB Paritas Daya Beli (PPP) Djibouti pada tahun 2024 sebesar 82,81 unit, mengalami kontraksi sebesar 0,38% dibandingkan tahun 2023 yang bernilai 83,12 unit. Kontraksi di sini berarti nilai paritas daya beli turun dibandingkan periode sebelumnya. Selama tiga tahun terakhir (2022-2024), nilai PDB PPP Djibouti terus menurun: 84,1 unit pada 2022 dengan kontraksi 6,79%, 83,12 unit pada 2023 dengan kontraksi 1,16%, dan 82,81 unit pada 2024 dengan kontraksi yang lebih lambat.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi di Kab. Ketapang 2018 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Djibouti terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Nilai PDB PPP Djibouti tahun 2024 berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (sekitar 83,34 unit) dan rata-rata lima tahun terakhir (sekitar 86,35 unit), menunjukkan kondisi ekonomi dalam konteks paritas daya beli lebih buruk dibandingkan periode 2020-2024 secara keseluruhan. Selama 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai tertinggi dicapai pada 2015 sebesar 101,39 unit, sedangkan nilai terendah adalah tahun 2024. Anomali terjadi pada 2022 ketika kontraksi mencapai 6,79%, yang merupakan penurunan terbesar dalam dekade tersebut.
Berdasarkan data IMF, peringkat regional Djibouti dalam PDB PPP Afrika pada tahun 2024 tetap di posisi ke-26, sama dengan tahun 2023 dan 2022 tanpa ada peningkatan peringkat. Dibandingkan negara regional dengan peringkat berdekatan, Djibouti berada di bawah posisi Senegal (peringkat ke-19), Benin (ke-21), dan Togo (ke-23), namun berada di atas posisi Somalia (ke-50) dan Liberia (ke-49) di Afrika.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Uruguay 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Djibouti akan mengalami kontraksi lagi sebesar 0,99% pada 2025 menjadi 81,99 unit, sebelum mengalami pertumbuhan kecil sebesar 0,27% pada 2026 menjadi 82,21 unit. Proyeksi selanjutnya hingga 2030 menunjukkan fluktuasi kecil: nilai akan naik sedikit pada 2027, turun pada 2028, naik kembali pada 2030, namun tetap berada di bawah nilai tahun 2024. Fluktuasi ini berarti nilai PDB PPP akan bergerak naik turun dengan margin kecil tanpa pertumbuhan signifikan.