Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kabupaten Ketapang pada tahun 2024 mencapai 78.348 rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 71.942 rupiah. Selisih pengeluaran antara tahun 2024 dan 2023 mencapai 6.405 rupiah per kapita sebulan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jambi 2015 - 2024)
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang sekitar 2,94 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Ketapang yang sebesar 2.665.090 rupiah. Jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk perawatan secara umum yang sebesar 55.875 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran sabun mandi lebih tinggi sebesar 22.473 rupiah.
Lihat dari data historis periode 2018 hingga 2024, pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Ketapang mengalami fluktuasi. Tahun 2018, angka ini sebesar 53.836 rupiah, kemudian naik menjadi 59.466 rupiah pada 2019, sedikit turun menjadi 57.197 rupiah pada 2020, naik kembali menjadi 65.751 rupiah pada 2021, mencapai titik tertinggi sebelum 2024 di tahun 2022 sebesar 78.699 rupiah, sedikit turun menjadi 71.942 rupiah pada 2023, dan kembali naik pada 2024. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan kenaikan 19,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam perbandingan se-provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang menempati peringkat ke-6 untuk pengeluaran sabun mandi per kapita sebulan pada tahun 2024. Peringkat di atasnya dihuni oleh Kabupaten Kapuas Hulu (peringkat 1 dengan 119.964 rupiah), Kabupaten Sanggau (peringkat 2 dengan 81.221 rupiah), Kabupaten Landak (peringkat 3 dengan 80.521 rupiah), Kabupaten Sintang (peringkat 4 dengan 79.801 rupiah), dan Kota Pontianak (peringkat 5 dengan 78.549 rupiah). Sedangkan secara nasional, Kabupaten Ketapang berada di peringkat ke-131 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Kota Pontianak
Kota Pontianak menempati peringkat 1 untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kalimantan Barat pada tahun 2024 dengan angka 1.192.431 rupiah, mengalami pertumbuhan 23,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, Kota Pontianak juga berada di peringkat 1 dengan 2.086.950 rupiah, meskipun hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,2 persen. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di Kota Pontianak pada 2024 sebesar 894.519 rupiah, naik 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 1 se-provinsi.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kazakhstan 2015 - 2024)
Kota Singkawang
Kota Singkawang berada di peringkat 2 untuk pengeluaran bukan makanan per kapita sebulan di Kalimantan Barat pada 2024 dengan angka 759.547 rupiah, hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,3 persen. Pengeluaran keseluruhan makanan dan bukan makanan di Kota Singkawang turun 11,3 persen menjadi 1.534.917 rupiah pada 2024, tetap berada di peringkat 2 se-provinsi. Pengeluaran makanan per kapita sebulan sebesar 775.370 rupiah, naik 0,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 4 se-provinsi.
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang menempati peringkat 3 untuk pengeluaran bukan makanan per kapita sebulan di Kalimantan Barat pada 2024 dengan angka 685.825 rupiah, mengalami pertumbuhan 16,1 persen. Pengeluaran keseluruhan makanan dan bukan makanan turun 3,6 persen menjadi 1.461.426 rupiah pada 2024, tetap berada di peringkat 3 se-provinsi. Pengeluaran makanan per kapita sebulan sebesar 775.601 rupiah, naik 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 3 se-provinsi.
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara berada di peringkat 4 untuk pengeluaran bukan makanan per kapita sebulan di Kalimantan Barat pada 2024 dengan angka 675.863 rupiah, mengalami pertumbuhan tinggi sebesar 32,8 persen. Pengeluaran keseluruhan makanan dan bukan makanan turun 11,5 persen menjadi 1.414.516 rupiah pada 2024, tetap berada di peringkat 4 se-provinsi. Pengeluaran makanan per kapita sebulan sebesar 738.653 rupiah, naik 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 7 se-provinsi.