Selama Ramadan, vertigo termasuk salah satu gangguan yang sering muncul karena ada perubahan pada sistem vestibular, yaitu sistem di telinga dalam dan otak yang mengatur keseimbangan tubuh.
Hal itu tercermin dari laporan Halodoc. Konsultasi vertigo di aplikasi telemedis itu pada pekan pertama puasa meningkat 100% dibanding rerata mingguan periode sebelum Ramadan.
“Ini menandakan bahwa perubahan pola tidur dan dehidrasi di awal puasa secara langsung memengaruhi sistem keseimbangan tubuh,” jelas Halodoc dalam Indonesia Health Insights Q1 2026.
Pertumbuhan konsultasi vertigo ini, jelas Halodoc, tidak turun signifikan setelah pekan pertama puasa. Sebab, hingga minggu ke-4 Ramadan pun pertumbuhan konsultasi masih tinggi.
Adapun rincian pertumbuhan konsultasi vertigo secara mingguan di Halodoc selama Ramadan 2025 dapat dilihat sebagai berikut:
- Pekan ke-1: 100%
- Pekan ke-2: 86%
- Pekan ke-3: 95%
- Pekan ke-4: 63%
“Hal ini menunjukkan bahwa gangguan vestibular bukan hanya fase adaptasi sementara, melainkan refleksi dari kondisi kelelahan dan kurang tidur yang berulang selama Ramadan,” katanya.
Halodoc memperoleh data-data ini dari analisis terhadap interaksi layanan kesehatan di aplikasi mereka, meliputi konsultasi dokter, pembelian produk kesehatan, dan layanan homecare.
Seluruh analisis difokuskan pada pasien berusia 12 tahun ke atas, mencakup populasi dari seluruh wilayah Indonesia.
(Baca: Kandungan Vitamin dan Suplemen yang Banyak Dibeli Konsumen saat Ramadan)