Menurut Halodoc, tren pembelian produk kesehatan pada bulan Ramadan cenderung meningkat dibanding bulan-bulan biasa.
Hal ini salah satunya terlihat dari pembelian produk vitamin dan suplemen yang naik 28% pada sepekan sebelum Ramadan, kemudian tumbuh 32% pada pekan pertama Ramadan 2025.
"Lonjakan ini menunjukkan bahwa masyarakat telah mulai menstok atau mengonsumsi vitamin sebelum Ramadan dimulai, untuk menjaga stamina selama berpuasa di tengah rutinitas harian yang tetap padat," kata Halodoc dalam laporan Indonesia Health Insights Q1 2026.
Di kategori vitamin dan suplemen, produk berbahan zinc mencatat lonjakan tertinggi, yakni tumbuh 320% dibanding rata-rata pembelian mingguan di bulan-bulan selain Ramadan.
Berikut daftar kandungan produk vitamin dan suplemen dengan pertumbuhan pembelian tertinggi pada sepekan sebelum dan pekan pertama Ramadan 2025:
- Zinc: naik 320%
- Vitamin C: naik 113%
- Multivitamin dewasa: naik 56%
- Suplemen zat besi: naik 40%
- Probiotik: naik 31%
(Baca: Seberapa Sering Warga RI Konsumsi Multivitamin? Ini Surveinya)
Menurut Halodoc, pertumbuhan pembelian zinc, vitamin C, dan multivitamin mengindikasikan masyarakat semakin memperhatikan asupan untuk menjaga daya tahan dan kekebalan tubuh saat berpuasa.
Kemudian pertumbuhan pembelian suplemen zat besi dan probiotik menunjukkan masyarakat berupaya menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah lemas atau mengalami gangguan pencernaan selama berpuasa.
"Tren ini menegaskan bahwa penguatan sistem imun menjadi fokus utama masyarakat dalam mempersiapkan tubuh menghadapi perubahan pola makan dan jam istirahat selama Ramadan," kata Halodoc.
Halodoc memperoleh data-data ini dari analisis terhadap interaksi layanan kesehatan di aplikasi mereka, meliputi konsultasi dokter, pembelian produk kesehatan, dan layanan homecare.
Seluruh analisis difokuskan pada pasien berusia 12 tahun ke atas, mencakup populasi dari seluruh wilayah Indonesia.
(Baca: Mayoritas Masyarakat Indonesia Konsumsi Vitamin C saat Ramadan)