Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di kabupaten pasuruan tahun 2024 mencapai 135.862 rupiah, mengalami pertumbuhan 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran rokok dan tembakau dengan tahun 2023 sebesar 8.143,8 rupiah, menunjukkan kenaikan yang konsisten dalam kategori ini. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2015 - 2024)
Kondisi pengeluaran rokok dan tembakau di kabupaten pasuruan menunjukkan tren kenaikan setiap tahun mulai dari 2018 hingga 2024. Tahun 2018, pengeluaran ini sebesar 88.953 rupiah, kemudian naik menjadi 101.016 rupiah pada 2019 dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,6 persen. Selanjutnya, pertumbuhan tahunan berkisar antara 2,5 persen hingga 9,6 persen, dengan pengeluaran tertinggi tercapai pada tahun 2024.
Di provinsi jawa timur, kabupaten pasuruan menempati peringkat ke-9 dalam pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024, sedangkan secara nasional menempati peringkat ke-223. Dibandingkan dengan lima kabupaten/kota teratas di jawa timur, pengeluaran rokok dan tembakau kabupaten pasuruan lebih rendah daripada kabupaten gresik (168.530 rupiah), kabupaten sidoarjo (159.821 rupiah), kota surabaya (151.959 rupiah), kabupaten mojokerto (146.484 rupiah), dan kota batu (140.039 rupiah). Namun, pertumbuhan pengeluaran kabupaten pasuruan (6,4 persen) lebih tinggi daripada sebagian besar wilayah teratas ini, seperti kota surabaya yang mengalami penurunan 6,6 persen dan kabupaten mojokerto yang turun 6,8 persen.
Pengeluaran rokok dan tembakau di kabupaten pasuruan menyumbang sekitar 79,4 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (171.114 rupiah). Nilai ini juga lebih tinggi daripada pengeluaran untuk kategori kecantikan (32.226 rupiah), perawatan (35.275 rupiah), dan sabun mandi (48.333 rupiah) secara terpisah. Bahkan, pengeluaran rokok dan tembakau melebihi jumlah pengeluaran ketiga kategori tersebut secara gabungan (115.834 rupiah), menunjukkan bahwa rokok dan tembakau menjadi item pengeluaran yang utama bagi masyarakat kabupaten pasuruan.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Bukan Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kabupaten pasuruan tahun 2024 mencapai 507.106 rupiah, mengalami pertumbuhan 17,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya (433.220,7 rupiah). Wilayah ini menempati peringkat ke-28 di antara kabupaten/kota seprovinsi jawa timur. Dibandingkan dengan kota surabaya yang menempati peringkat pertama dengan pengeluaran 1.541.006 rupiah dan pertumbuhan 34 persen, nilai pengeluaran kabupaten pasuruan masih jauh lebih rendah, namun pertumbuhannya cukup signifikan. Di sisi lain, kabupaten bangkalan yang menempati peringkat terakhir memiliki pengeluaran 297.742 rupiah dengan pertumbuhan 8,4 persen, yang lebih rendah daripada pertumbuhan kabupaten pasuruan.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Bengkulu 2018 - 2024)
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kabupaten pasuruan tahun 2024 sebesar 1.140.135 rupiah, mengalami penurunan 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1.205.958 rupiah). Wilayah ini menempati peringkat ke-22 di provinsi jawa timur. Kota surabaya tetap menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di kategori ini, yaitu 2.602.451 rupiah, meskipun mengalami penurunan 2,3 persen. Sementara itu, kabupaten pamekasan yang menempati peringkat terakhir memiliki pengeluaran 801.196 rupiah dengan penurunan 17,2 persen, yang lebih besar daripada penurunan yang dialami kabupaten pasuruan.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Untuk Makanan
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten pasuruan tahun 2024 mencapai 633.029 rupiah, mengalami pertumbuhan 10,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (574.004,42 rupiah). Wilayah ini menempati peringkat ke-20 di provinsi jawa timur. Kota surabaya menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di kategori ini, yaitu 1.061.445 rupiah dengan pertumbuhan 29,6 persen, sedangkan kabupaten pamekasan memiliki pengeluaran terendah sebesar 467.109 rupiah dengan pertumbuhan 4,4 persen. Pertumbuhan pengeluaran makanan kabupaten pasuruan berada di tingkat menengah, lebih tinggi daripada kabupaten pamekasan namun lebih rendah daripada kota surabaya.
Perbandingan Pengeluaran Rokok dan Tembakau dengan Kategori Pengeluaran Lain
Pengeluaran rokok dan tembakau di kabupaten pasuruan tidak hanya tinggi dibandingkan kategori kecantikan dan perawatan, tetapi juga menunjukkan proporsi yang signifikan dibandingkan pengeluaran makanan jadi (194.957 rupiah). Meskipun pengeluaran makanan jadi masih lebih tinggi, nilai pengeluaran rokok dan tembakau menyumbang sekitar 69,7 persen dari pengeluaran makanan jadi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kabupaten pasuruan mengalokasikan sebagian besar dana mereka untuk konsumsi rokok dan tembakau, bahkan mendekati nilai pengeluaran untuk makanan yang sudah jadi. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.