- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah sekolah SMA di Provinsi Bengkulu mencapai 153 unit pada tahun 2024. Berdasarkan data historis sejak 2018, angka ini menunjukkan tren pertumbuhan konsisten, dengan penambahan 2 unit sekolah dibandingkan tahun 2023 sebelumnya. Selama kurun waktu 7 tahun terakhir, jumlah sekolah SMA di Bengkulu hanya pernah mengalami penurunan sekali pada tahun 2020, sebelum kembali bertambah secara bertahap. Secara nasional, posisi Bengkulu untuk indikator jumlah sekolah SMA saat ini berada di urutan ke-28 dari seluruh provinsi di Indonesia.
(Baca: Harga Tembaga Pagi Hari Diperdagangkan US$6,39 /Pon (Kamis, 16 Juli 2026))
Dari total 153 unit sekolah SMA tahun 2024, sebanyak 110 unit merupakan SMA Negeri dan 43 unit merupakan SMA Swasta. SMA Negeri mencatatkan pertumbuhan 0,9% dibandingkan tahun 2023, sementara SMA Swasta tumbuh lebih cepat sebesar 2,4% pada periode yang sama. Secara proporsi, 71,9% seluruh sekolah SMA di Bengkulu adalah sekolah negeri, sedangkan sisanya 28,1% merupakan sekolah swasta.
Jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Bengkulu tercatat sebesar 100.900 jiwa pada tahun 2023. Angka ini mengalami penurunan sekitar 2,1% dibandingkan tahun 2021 yang pernah mencapai 103.500 jiwa. Secara nasional, posisi Bengkulu untuk jumlah penduduk usia SMA secara konsisten berada di kisaran urutan 27 hingga 28 selama 6 tahun terakhir.
(Baca: Nilai Minimal Lolos Jalur Prestasi ke Smas Yadika Kalijati SPMB 2026)
Untuk tenaga pendidik, total jumlah guru SMA di Bengkulu pada tahun 2024 mencapai 4.406 orang, mengalami peningkatan sebesar 2,8% dibandingkan tahun 2023. Jumlah tenaga pendidik dan kepala sekolah di SMA Negeri tercatat 4.073 orang dengan pertumbuhan 3,5% tahunan, sebaliknya tenaga pendidik di SMA Swasta justru mengalami penurunan 5,1% menjadi 333 orang pada tahun yang sama.
Pertumbuhan jumlah sekolah dan tenaga pendidik negeri ini juga beriringan dengan jumlah siswa yang tercatat. Total siswa SMA di Bengkulu tahun 2024 mencapai 56.495 orang, naik 3,3% dari tahun sebelumnya. Sementara Angka Partisipasi Murni SMA di provinsi ini bertahan di angka 69% dengan pertumbuhan sangat kecil sebesar 0,3% untuk proyeksi tahun 2025.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.059 | +0.08 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |