Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB Harga Berlaku Net Ekspor Provinsi Papua Barat kuartal II 2026 tercatat sebesar 11.633,07 Rp miliar. Pada kuartal terakhir ini nilai mengalami kenaikan sebesar 170,41 Rp miliar atau 1,49 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sepanjang 66 periode pengamatan sejak Maret 2010, data menunjukkan tren kenaikan konsisten dengan rata-rata nilai seluruh periode sebesar 6.131,80 Rp miliar, dimana nilai terbaru berada di atas rata-rata historis.
(Baca: Data 2025: Jumlah Penduduk Kabupaten Cilacap 1,75 Juta Jiwa)
Selama 3 kuartal terakhir rata-rata pertumbuhan Papua Barat tercatat minus 0,01 persen, sedangkan rata-rata 5 kuartal terakhir menunjukkan pertumbuhan minus 1,84 persen. Kondisi 3 kuartal terakhir menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan 5 kuartal terakhir, walaupun secara keseluruhan masih mencatatkan pertumbuhan negatif rata-rata. Pada periode pengamatan, kenaikan tertinggi pernah terjadi pada Desember 2010 dengan nilai puncak 25.892,2 Rp miliar, sedangkan penurunan terendah tercatat pada Juni 2010 dengan nilai minus 6.866,74 Rp miliar.
Pada kuartal II 2026, Papua Barat menempati peringkat 2 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 13 secara nasional. Secara nilai, net ekspor Papua Barat masih berada di bawah Kalimantan Selatan, Banten dan Maluku Utara namun unggul dibandingkan Kalimantan Tengah, Sumatera Barat dan Sulawesi Utara. Pertumbuhan 1,49 persen pada kuartal terakhir juga lebih baik dibandingkan pertumbuhan Banten yang minus 18,96 persen dan Sumatera Barat minus 1,59 persen.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat teratas dari seluruh provinsi pembanding dengan nilai PDRB Net Ekspor kuartal terakhir sebesar 19.149,59 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif 8,51 persen pada periode terakhir, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 1.502,13 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara ranking, provinsi ini berada di peringkat 3 wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 10 secara nasional, menjadikannya salah satu wilayah dengan performa net ekspor terbaik pada kuartal II 2026.
Banten
Banten tercatat memiliki nilai PDRB Net Ekspor sebesar 15.272,65 Rp miliar pada kuartal II 2026, menempati urutan kedua setelah Kalimantan Selatan dari seluruh daftar provinsi pembanding. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 18,96 persen pada periode terakhir, dengan penurunan nilai mencapai 3.574,25 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara peringkat, Banten berada di posisi 3 wilayah Pulau Jawa dan peringkat 11 secara nasional, mengalami penurunan performa yang paling dalam dibandingkan seluruh wilayah pembanding.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Utara | 2024)
Maluku Utara
Maluku Utara mencatatkan nilai PDRB Net Ekspor sebesar 13.657,92 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati urutan ketiga dari seluruh provinsi pembanding. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 9,99 persen dengan kenaikan nilai sebesar 1.239,99 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara peringkat, Maluku Utara menempati posisi pertama terbaik di seluruh wilayah Pulau Maluku dan peringkat 12 secara nasional, menjadi wilayah dengan persentase pertumbuhan tertinggi pada periode ini.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah memiliki nilai PDRB Net Ekspor kuartal II 2026 sebesar 9.867,71 Rp miliar, berada di bawah nilai Papua Barat pada periode yang sama. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif 9,88 persen dengan kenaikan nilai sebesar 887,61 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara peringkat, provinsi ini berada di posisi 4 wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 14 secara nasional, mengalami kenaikan performa yang cukup stabil pada tiga periode terakhir.
Sumatera Barat
Sumatera Barat tercatat memiliki nilai PDRB Net Ekspor sebesar 9.139,17 Rp miliar pada kuartal terakhir, berada di bawah nilai Kalimantan Tengah dan Papua Barat. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 1,59 persen dengan penurunan nilai mencapai 148,1 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara peringkat, Sumatera Barat menempati posisi 4 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 15 secara nasional, mengalami penurunan performa sedikit pada periode ini.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara mencatatkan nilai PDRB Net Ekspor kuartal II 2026 sebesar 8.058,3 Rp miliar, merupakan nilai terendah dari seluruh provinsi yang dibandingkan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 8,78 persen dengan kenaikan nilai sebesar 650,34 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara peringkat, provinsi ini berada di posisi 2 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 16 secara nasional, menunjukkan perbaikan performa pada kuartal terakhir.