Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2025 mencapai 246624 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 13,8 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih pengurangan sebesar 39491 rupiah per orang setiap bulannya. Angka tahun 2025 ini merupakan nilai terendah yang tercatat sejak tahun 2022 untuk kategori pengeluaran ini di wilayah tersebut.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Salatiga 2025: Kenaikan Jadi Rp2,44 Juta per Bulan)
Sepanjang periode 2018 sampai 2025, pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun secara konsisten setiap tahun. Pada tahun 2023 tercatat pengeluaran tertinggi sebesar 289282 rupiah per kapita per bulan, yang kemudian diikuti penurunan sedikit pada tahun 2024, lalu penurunan besar pada tahun 2025. Tercatat dua kali terjadi penurunan diatas 10 persen yaitu pada tahun 2020 dan tahun 2025.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang 10,2 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2025. Jika dibandingkan, nilai ini masih berada dibawah pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 206151 rupiah, serta berada dibawah pengeluaran untuk sabun mandi sebesar 133973 rupiah per kapita setiap bulan.
Untuk tingkat provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Timur berada di peringkat ke 8 dari 10 kabupaten dan kota yang ada untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Di atas Kabupaten Kutai Timur secara berurutan adalah Kota Bontang, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Barat.
Kota Bontang
Kota Bontang menempati peringkat pertama seluruh kabupaten kota di Kalimantan Timur untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 dengan nilai mencapai 408574 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatat pertumbuhan naik sebesar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kabupaten Penajam Paser Utara. Untuk total pengeluaran keseluruhan makanan dan bukan makanan, Kota Bontang juga tetap mempertahankan posisi pertama provinsi dengan nilai total 2799896 rupiah per kapita setiap bulan.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Sabang 2025: Lonjakan Jadi Rp1,91 Juta per Bulan)
Kota Balikpapan
Kota Balikpapan berada di peringkat kedua provinsi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 dengan nilai 375935 rupiah per kapita per bulan. Berbeda dengan Kota Bontang, wilayah ini justru mencatat penurunan sebesar 5,4 persen dibandingkan tahun 2024. Meskipun mengalami penurunan pada kategori makanan dan minuman jadi, total pengeluaran keseluruhan masyarakat Kota Balikpapan hampir tidak berubah dengan pertumbuhan sedikit sebesar 0,2 persen dan tetap bertahan di posisi kedua provinsi.
Kota Samarinda
Kota Samarinda mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 sebesar 330970 rupiah per kapita per bulan, dan menempati peringkat ketiga di tingkat provinsi. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 10,5 persen untuk kategori ini dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kota Samarinda mengalami penurunan sebesar 9,2 persen, sehingga posisinya turun dari peringkat keempat menjadi peringkat kelima seluruh kabupaten kota di Kalimantan Timur pada tahun 2025.
Kabupaten Berau
Kabupaten Berau mencatat nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 sebesar 312986 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan naik sebesar 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini tetap bertahan di peringkat keempat provinsi untuk kategori ini. Untuk total pengeluaran keseluruhan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Berau juga mengalami kenaikan sebesar 8,4 persen dan tetap mempertahankan posisi ketiga seluruh wilayah di Kalimantan Timur.